RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa sekolah dasar di Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, berujung laporan ke kepolisian. Kepala SDN 3 Randulawang Sriyanto dilaporkan oleh orang tua korban ke Polsek Jati.
‘’Laporan kami buat karena anak saya mengalami luka yang diduga akibat tindakan terlapor,” ujar Sudarmanto, ayah korban.
Peristiwa itu dilaporkan pada Selasa malam (28/4). Korban berinisial ARR, 13, siswa kelas VI SDN 4 Doplang, diduga mengalami penganiayaan saat terjadi keributan seusai pertandingan bola voli.
‘’Anak saya mengeluh sakit di bagian leher dan terdapat luka cakar di wajah,” katanya.
Kapolsek Jati AKP Suyadi membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya telah menerima aduan dan mulai melakukan penanganan awal. ‘’Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini dalam proses penanganan,” ucapnya.
Baca Juga: Oknum Guru SMPN 1 Randublatung Dicopot Usai Kasus Pesan Tak Pantas Kepada Siswi
Menurut Suyadi, polisi telah meminta keterangan dari pelapor dan korban dengan pendampingan. Langkah itu dilakukan untuk memperjelas kronologi kejadian.
‘’Korban sudah kami mintai keterangan dengan pendampingan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan sementara akan segera dilimpahkan ke Polres Blora, khususnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
‘’Dalam waktu dekat akan kami limpahkan ke Polres Blora untuk penanganan lebih lanjut,” bebernya.
Kasus ini mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang memperlihatkan kondisi korban, serta memicu beragam tanggapan warganet. Kejadian bermula saat semifinal pertandingan bola voli dalam rangka HUT SMPN 1 Doplang, yang mempertemukan SDN 3 Randulawang dan SDN 4 Doplang.
‘’Setelah pertandingan terjadi keributan saat sesi jabat tangan,” ungkap salah satu sumber.
Dalam situasi tersebut, Sriyanto diduga memiting ARR yang disebut terlibat keributan. Setelah kejadian, korban mengalami luka cakar di bagian wajah serta keluhan nyeri pada leher.
‘’Korban mengalami dua luka yang diduga akibat cakaran,” ujar sumber tersebut.
Sementara itu, Sriyanto membantah tudingan penganiayaan. Ia mengaku hanya berupaya melerai siswa yang terlibat keributan. ‘’Saya tidak ada niatan menganiaya, hanya ingin melerai,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Terkait luka pada korban, ia mengaku tidak mengetahui asalnya dan tidak menyadari adanya luka tersebut. ‘’Saya tidak tahu luka itu dari mana, saya hanya melerai,” tandasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana