Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

PDAM Tirta Amerta Blora Bidik Laba Rp 2,3 Miliar: Minimal Laba Naik 10 Persen, Tekan Angka Kebocoran

Rahul Oscarra Duta • Senin, 30 Maret 2026 | 08:00 WIB
DANA SEGAR: PDAM Tirta Amerta Blora bakal mendapat suntikan proyek besar melalui program GII, kerja sama pemerintah Indonesia dan Jerman. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN )
DANA SEGAR: PDAM Tirta Amerta Blora bakal mendapat suntikan proyek besar melalui program GII, kerja sama pemerintah Indonesia dan Jerman. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN )

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kinerja Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora diproyeksi terus menanjak. Setelah membukukan laba sekitar Rp 2,024 miliar pada 2025, tahun ini perusahaan pelat merah itu menargetkan kenaikan minimal 10 persen.

Direktur PDAM Tirta Amerta Blora Yan Riya menyebut, dengan proyeksi tersebut laba perusahaan tahun depan dipatok pada kisaran Rp 2,3 miliar. ‘’Minimal naik sekitar 10 persen. Jadi proyeksi laba tahun 2026 sekitar Rp 2,3 miliar,” ujarnya.

Peningkatan pendapatan, kata dia, bakal didorong dari penambahan jumlah pelanggan, serta perbaikan sistem pencatatan konsumsi air. Salah satunya melalui penggantian meter air pelanggan yang sudah rusak atau tidak akurat.

Menurutnya, meteran yang bermasalah seringkali membuat volume pemakaian air tidak tercatat optimal, sehingga berpengaruh pada pendapatan perusahaan. ‘’Tahun ini kita lakukan penggantian meter air yang rusak. Secara otomatis nanti akan meningkatkan penjualan air,” jelasnya.

Baca Juga: PDAM Tirta Amerta Blora Dikucuri Rp 100 Miliar Untuk Green Infrastructure Initiative

Selain itu, PDAM juga berupaya menekan angka kebocoran jaringan yang selama ini masih terjadi di beberapa titik. Upaya tersebut dilakukan dengan perbaikan jaringan distribusi secara bertahap.

‘’Jangan sampai kebocoran tinggi. Itu juga kita tekan karena berpengaruh ke produksi dan penjualan air,” terangnya. Di sisi lain, Yan mengakui, keluhan pelanggan selama ini paling banyak berkaitan dengan tagihan air yang membengkak.

Namun, menurutnya, hal itu sering terjadi karena kerusakan pipa setelah meter air yang menjadi tanggung jawab pelanggan. ‘’Kadang pelanggan tidak tahu ada pipa bocor setelah meter air. Akibatnya pemakaian tinggi dan tagihan membengkak,” katanya.

Meski demikian, PDAM tetap membuka ruang mediasi bagi pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan akibat kebocoran tersebut. Salah satunya melalui keringanan pembayaran hingga skema angsuran.

‘’Kita biasanya mediasi dan cari solusi agar tidak terlalu memberatkan pelanggan,” tandasnya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#konsumsi air #PDAM #perumda air minum #kebocoran #laba #Tirta Amerta #pelat merah #Air #Proyeksi #blora #pendapatan