RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Blora bakal digodok jadi kabupaten ekonomi kreatif. Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan komitmennya untuk mendorong perkembangan ekosistem ekonomi kreatif. Hal itu terbukti dari EKRAF Festival Blora 2025 yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.
Bupati Arief mengungkapkan, sehari sebelumnya ia bertemu dengan Menteri Ekonomi Kreatif untuk membahas perkembangan sektor kreatif di Blora. “Kemarin saya bertemu dengan Menteri Ekonomi Kreatif, membicarakan geliat ekonomi kreatif di Blora. Beliau langsung merespons dan menanyakan, ‘Apakah Blora siap menjadi Kabupaten Kreatif?’ Saya jawab siap,” tegasnya.
“Untuk itu, saya minta Kepala Dinas Porabudpar (Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata-red) menyiapkan laporan lengkap tentang kegiatan ekonomi kreatif selama setahun, termasuk dokumentasinya,” tambah Bupati.
Bupati menyampaikan, laporan tersebut akan diajukan sebagai langkah awal menuju audiensi resmi dengan kementerian. Ia mengakui ingin suatu saat audiensi dengan Menteri agar Blora bisa menjadi pelopor Kabupaten Kreatif di Jawa Tengah. “Mimpi para pelaku ekonomi kreatif di Blora harus bisa menasional, bahkan mendunia,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah dalam memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Abdullah Aminudin, menyampaikan apresiasi tinggi atas pesatnya perkembangan ekonomi kreatif di Blora. Ia bahkan menjadikan Blora sebagai rujukan bagi daerah lain.
“Teman-teman dari kabupaten lain meminta dibantu supaya bisa seperti Blora. Alhamdulillah, kini sudah ada sekretariat dan fasilitas titik-titik ekonomi kreatif di Jawa Tengah dengan dukungan sekitar Rp250 juta. Ke depan, masih banyak peluang kolaborasi,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Program ‘Kecamatan Berdaya’ milik Pemerintah Provinsi mengalokasikan sekitar Rp20 miliar yang turut diperuntukkan mendukung UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. “Kami ikut berbangga dan berharap kegiatan seperti ini semakin meriah dan istiqamah. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, mari kita kolaborasikan. Dengan perkembangan teknologi dan IT, peluangnya sangat terbuka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Porabudpar Blora, Iwan Setiyarso, mengakui pentingnya kolaborasi lintas elemen untuk memperkuat ekosistem kreatif daerah. “Mari berkolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan para pelaku agar ekonomi kreatif di Blora tumbuh dan berkembang. Harapannya, sektor ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana