Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Agroforestry di Blora Mulai Digarap dan Baru Terealisasi 79 Hektare, Duta Petani Millenial: Targetnya 1.000 Hektare

Rahul Oscarra Duta • Selasa, 4 November 2025 | 02:17 WIB
DIGARAP BERSAMA: Agroforestry diharapkan bisa mengoptimalkan hutan sosial di Kabupaten Blora.
DIGARAP BERSAMA: Agroforestry diharapkan bisa mengoptimalkan hutan sosial di Kabupaten Blora.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rencana program Nature Based Solution Agroforestry oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Blora mulai digarap.

Setidaknya, butuh 1.000 hektare untuk ditanami buah-buahan. Harapannya, bisa mengoptimalkan kawasan hutan sosial.

Duta Petani Milenial Kementan Rayndra Syahdan mengatakan, program tersebut tujuannya untuk meningkatkan pendapatan petani terutama petani di kawasan hutan sosial di Blora.

“Jadi kalau kemarin mungkin tanamannya jagung, ini nanti bisa ditanam buah-buahan, tentunya jangan rapat-rapat ya jaraknya. Biar bisa dilakukan tumpang sari jagung,” jelasnya.

“Harapannya nanti ketika umur buah-buahan itu sudah 3 tahun, 4 tahun para petani bisa dapat pendapatan tambahan dari buah-buahan, jadi semuanya itu pendapatannya untuk masyarakat,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, bahwa program tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia yang dikerjasamakan dengan Kementerian Pertanian dan berada di Blora.

Diketahui, dari 1.000 hektare target yang ditentukan untuk Blora, saat ini baru tercapai 79 hektare.

“Ini baru dapat 79 hektare, targetnya adalah 1.000 hektare. Sesuai instruksi dari pusat saya mohon bantuannya untuk dipetakan lahannya agar bisa direalisasi. Kemungkinan pertengahan 2026,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk permulaan pihaknya mendistribusikan bibit tanaman untuk 5 hektare. Adapun pendistribusian bibit akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan target yang ditentukan.

“Pertama di Blora ini seluas 79 hektare, didistribusikan bibitnya baru 5 hektare, jadi masih banyak yang akan nanti dikirimkan bibitnya. Tentunya nanti juga bibit-bibit ini sesuai dengan karakteristik dari desa ini dan juga sesuai dengan permintaan,” terangnya.

Rayndra juga menyinggung terkait dengan pupuk bagi para petani di kawasan hutan sosial. Menurutnya Wamentan berkomitmen untuk membantu para petani di kawasan hutan sosial.

“Menyampaikan pesan dari Wamentan terkait pupuk beliau sudah komitmen untuk nanti membantu petani-petani di kawasan hutan sosial untuk bisa masuk ke RDKK,” jelasnya. “Sehingga nanti petani di kawasan hutan sosial itu bisa mendapatkan pupuk bersubsidi,” sambungnya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini berharap, program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tapi juga berkelanjutan lingkungan, berbagai tata guna lahan, dan peningkatan kesejahteraan pertani milenial di Kabupaten Blora.

“Ini rencana mau ditanam alpukat, kelengkeng, dan lain-lain yang akan ditanam di lahan kehutanan. Kami sudah dibantu sementara ini, nanti harus bisa mandiri, harus bisa dikembangkan nanti supaya bisa meningkat kesejahteraannya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sri Setyorini mengatakan, Blora juga menargetkan menjadi lumbung pangan nasional. Karena itu, kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi juga telah dilakukan.

Menurutnya, keberadaan program agroforestry yang kami mulai  sangat tepat dan sangat relevan dengan Kabupaten Blora.

“Di Blora itu ada program yang sesuai dengan visi-visi Kabupaten Blora namanya ‘Gerbang Blora’, yaitu gerakan pengembangan buah lokal nusantara. Jadi, di Blora ini mengembangkan program buah-buahan, selain padi dan jagung tadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Perwakilan PT Pupuk Indonesia Roziqin Busyro mengatakan, pihaknya mempunyai tanggung jawab dalam memastikan ketersedian pupuk bagi petani agar ketahanan pangan tetap berjalan.

Pihaknya juga harus memastikan bahwa program keberlanjutan lingkungan dan juga pemberdayaaan masyarakat sekitar itu berjalan dengan baik.

“Kami mendorong program agroforestry ini. Sebab, selain mendapatkan manfaat dari lingkungan, kita juga mendapatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya. (hul/ind)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#hutan sosial #agroforestry #Petani Milenial #kementerian pertanian #pupuk #buah #kementan #bibit #blora