RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemkab Blora seriusi budidaya padi organik bisa diterapkan di semua wilayah. Adapun upaya yang dilakukan dengan menggandeng Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Blora. Manfaatkan kader yang tersebar di setiap ranting (desa), siapkan 300 petani organik.
Bupati Blora Arief Rohman menekankanm, bahwa pentingnya pelatihan dan pembinaan yang merata agar program budidaya pertanian organik tidak sekedar seremonial. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggandeng organisasi keagamaan, yakni LPPNU-PCNU Blora. Nantinya akan ada sekitar 300 kader petani organik.
"Saya minta LPPNU memberikan pelatihan dengan target satu ranting satu kader. Selain itu, TNI dan Polri saya harap dapat ikut bersinergi dalam mendukung program ini,” ujar Bupati. Bupati berharap, LPPNU terus berperan aktif agar semangat petani organik bisa menyebar ke seluruh desa. Sehingga, Blora bisa ter-branding sebagai Kabupaten Organik.
Sementara itu, Ketua PCNU Blora Muhammad Fatah menyambut baik langkah dan siap mengawal cita-cita besar untuk mengembangkan pertanian organik di semua wilayah. “PCNU Blora bersama LPPNU dan para kader petani Nahdliyin yang tergabung dalam kelompok tani ‘Kadang Tani Sarwo Tulus’ siap mendukung Blora menjadi kabupaten pelopor pertanian organik,” katanya.
Menurutnya, supaya yang sedang dilakukan merupakan bagian dari ijtihad untuk membumikan pertanian rahmatan lil alamin. “Yang memberikan manfaat bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi tanah, air, dan lingkungan,” ungkapnya.
Panen raya yang dilakukan di Desa Sonokidul Kecamatan Todanan pada Senin (2/6) diharapkan menjadi awal kebangkitan pertanian organik di Kabupaten Blora. Serta menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan sistem pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan demi kesejahteraan petani dan kelestarian alam. (luk/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko