Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Daya Beli Masyarakat Blora Lesu, Belum Ada Intervensi Deflasi oleh Dindagkop UKM

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 17 Oktober 2024 | 20:34 WIB

 

EFEK DEFLASI: Pedagang di Pasar Plaza Cepu mengeluhkan lesunya daya beli masyarakat. Namun, mereka rerata tidak tahu lesunya tersebut akibat efek deflasi sejak Mei lalu.(M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGO
EFEK DEFLASI: Pedagang di Pasar Plaza Cepu mengeluhkan lesunya daya beli masyarakat. Namun, mereka rerata tidak tahu lesunya tersebut akibat efek deflasi sejak Mei lalu.(M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGO

BLORA, Radar Bojonegoro - Deflasi masih terjadi hingga Oktober ini, dampaknya daya beli masyarakat lesu di pasar daerah. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora hanya melakukan intervensi untuk potensi inflasi. Sementara, belum ada intervensi untuk deflasi di daerah.

Dampak tersebut dirasakan salah satu pedagang Pasar Plaza Cepu, Bastian mengaku beberapa waktu ini pembeli dagangannya cenderung berkurang. Dirinya tidak mengetahui penyebab pastinya. ’’Pembeli biasanya ramai, beberapa waktu terakhir ini menurun. Tidak tahu penyebabnya apa,” ungkapnya.

Yoni, juga pedagang di Pasar mengaku mengalami hal yang sama. Namun, penurunan pembeli tidak signifikan. Harga-harga bahan pokok yang dijualnya cenderung masih stabil dan stok masih mudah dicari. Seperti beras, minyak goreng, dan bahan dapur lainnya. ’’Ada penurunan pembeli, tapi sedikit,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dindagkop UKM Blora Siti Mas’amah mengatakan, pihaknya setiap hari melakukan pemantauan di pasar daerah. Hasilnya, diketahui daya beli sedang lesu.

Karena dampak deflasi yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Terjadi sejak Mei hingga Oktober. ’’Iya, daya beli masyarakat menurun, itu terjadi di seluruh indonesia. Kalau pemantauan setiap hari, karena kami harus melaporkan ke sistem SP2KP. Namun, hanya di Pasar Rakyat Sidomakmur,” ujarnya.

Mas’amah menerangkan, deflasi terjadi di seluruh wilayah, tak terkecuali di Blora juga terdampak. Namun, pihaknya belum ada program untuk intervensi tersebut. Pemkab hanya melakukan intervensi potensi inflasi di daerah. ’’Belum ada (intervensi deflasi). Kalau upaya untuk menekan inflasi ya salah satunya dengan operasi pasar,” terangnya.

Sayangnya, angka deflasi di Blora belum bisa diketahui. Sebab, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), wilayah Blora tidak masuk dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK). ’’Untuk Blora kebetulan tidak termasuk kabulaten atau kota yang menghitung inflasi, IHK,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Blora Suparman. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#inflasi #Lesu #dinas perdagangan #pasar #dampak #Kabid #IHK #daerah #Koperasi #Investasi #deflasi #bps #blora #pembeli #Dindagkop UKM Blora #dindagkop ukm #Pedagang #usaha kecil dan menengah