BLORA, Radar Bojonegoro – Sepuluh partai politik (parpol) yang memiliki kursi DPRD Blora belum menentukan arah koalisi untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Mayoritas parpol masih menunggu hasil survei dan arahan pusat.
Hingga Selasa (11/6), tercatat hanya Partai Demokrat, PDIP, Gerindra, dan PKB yang membuka penjaringan bakal calon bupati (bacabup). Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Blora Bambang Sulistya mengatakan, membuka pendaftaran Bacabup dan Bacawabup yang dibuka sejak Kamis (6/6) hingga hari ini (12/6).
Tercatat sudah ada empat orang mengambil formulir. ’’Instruksi langsung DPP (dewan pimpinan pusat) dan DPD (dewan pimpinan daerah) Partai Demokrat untuk memformalkan dukungan kepada calon yang hendak diusung,” ungkapnya.
Bambang mengatakan, berapapun kursi yang didapatkan partai Demokrat tahun ini, harus tetap membuka penjaringan. Pihaknya terbuka untuk siapapun hingga batas akhir jadwal pendaftaran yang telah ditentukan.
’’Siapapun boleh mendaftar, dari kalangan manapun tetap kami terima,” terangnya. Terkait penjaringan koalisi, Partai Demokrat belum memastikan. Namun, membuka komunikasi kepada semua parpol di Blora.
Ketua DPD Partai Golkar Blora Siswanto menyampaikan, bahwa hingga saat ini Golkar belum mengeluarkan surat rekomendasi resmi untuk Pilkada. Masih menunggu hasil survei yang dilakukan mulai Juni dan Juli.
Kemudian memastikan, bahwa surat rekomendasi itu keluar usai hasil survei di Bulan Agustus mendatang. ’’Untuk saat ini rekom belum ada, kami baru ada surat penugasan untuk saya dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar,” ucapnya.
Siswanto menegaskan, siapa berpasangan dengan siapa masih belum jelas. Sebab, semua punya peluang. Meski sudah adanya kemunculan dua rekomendasi yang sudah keluar, namun delapan partai lainnya belum menerbitkan rekomendasi.
“Sehingga, menurut saya itu juga berpeluang bisa mengusung sendiri dan bisa gabung Pak Arief (Rohman),” ungkapnya. Namun, dirinya mengaku sering melakukan komunikasi politik dengan orang nomor satu di Blora tersebut.
Tetapi, soal keputusan masih mengikuti hasil survei dua bulan terakhir. ’’Ya, komunikasi terus apalagi kita sesama pimpinan daerah dan pegang parpol,” tandasnya.
Panitia Pilkada DPC PPP Blora Achlif Nugroho mengatakan, partai masih membentuk panitia internal. Guna menjalin komunikasi dengan parpol lain. Hingga saat ini, partai berlambang kakbah belum membuka penjaringan seperti partai lain.
’’Ke depannya apakah kita akan membuka pendaftaran secara umum, ataukah nanti hanya konsepnya rapat terbatas untuk mengusulkan rekomendasi pasangan bakal calon yang akan kita usung,” tuturnya.
Terkait akan bergabung dengan PKB yang mengusung Arief Rohman, Achlif menjelaskan, belum ada keputusan. Sebab, masih menunggu hasil komunikasi politik. ’’Saat ini, belum bisa menentukan itu. jadi tergantung nanti komunikasi politik yang dibangun antarparpol itu seperti apa. Dan, selalu terbuka dengan siapa pun,” terangnya.
Diketahui sebelumnya, Partai Nasdem dan PKB telah mengusung Arief Rohman untuk maju di Pilkada. Begitu juga dengan PKS, telah intensif berkomunikasi dengan PKB. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari