Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sebulan, Ada 44 Pengajuan Diska

M. Yusuf Purwanto • Senin, 13 Februari 2023 | 19:11 WIB
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
BLORA, Radar Bojonegoro - Pernikahan dini di wilayah Blora cukup mengkhawatirkan. Hingga 9 Februari lalu tercatat ada 44 pengajuan dispensasi nikah (diska) di Pengadilan Agama (PA) Blora. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) segera melakukan upaya untuk menekan hal itu.

 

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Dinsos P3A Blora Amida Hayu Kristiana mengatakan, pernikahan dini menjadi pemicu utama terjadinya stunting. Itu karena belum matangnya usia ibu saat hamil. Sehingga,  berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak.

 

Selain itu, angka risiko kematian bayi juga lebih besar. Bayi bisa lahir dalam keadaan prematur, kurang gizi, dan anak berisiko terkena hambatan pertumbuhan atau stunting.

 

Meski, lanjutnya, sebelum pernikahan tidak ditemukan gangguan kesehatan mental pada calon ibu. Namun, permasalahan tersebut rawan berkembang di kemudian hari.

 

Menurut dia, saat rumah tangga berlangsung, pelaku pernikahan dini sering mengalami gangguan kesehatan mental dan tidak bisa memperoleh penanganan yang tepat.

 

‘’Jika masih mengandung bisa berisiko pada keselamatan janin dan berisiko perceraian,’’ jelasnya.

 

Ia mengatakan, pihaknya berupaya mencegah pernikahan dini melalui sosialisasi dan edukasi.  Selain itu, pihaknya  juga bekerjasama dengan pihak terkait untuk melakukan pencegahan-pencegahan. Sebab, pernikahaan dini berpotensi mengakibatkan stunting.

 

Selama Januari hingga awal Februari, terdapat 44 permohonan diska yang diajukan di PA Blora.  Akademisi Hukum Hanin Alya mengatakan, penyebab utama pernikahan dini adalah faktor ekonomi dan pendidikan. ‘’Alih-alih kawin muda untuk menutupi permasalahan ekonomi. Tapi, malah menimbulkan masalah baru,’’ ungkapnya. (hul/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto
#mBangun Blora Berkelanjutan #Nikah Dini #blora #diska