Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bansos Disalurkan Bergantian

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 13 Oktober 2022 | 18:05 WIB
JASA TRANSPORTASI: Pangkalan ojek di sudut perempatan jalan perkotaan Kecamatan Blora. (Lukman hakim/RDR.BJN)
JASA TRANSPORTASI: Pangkalan ojek di sudut perempatan jalan perkotaan Kecamatan Blora. (Lukman hakim/RDR.BJN)
BLORA, Radar Bojonegoro - Bantuan sembako akan disalurkan kepada awak angkutan umum mulai disalurkan. Terdapat 688 sembako per bulan. Diperkirakan jumlah pelaku angkutan umum lebih banyak. Sehingga untuk pemerataan dan tidak timbul kecemburuan akan disalurkan secara bergantian atau di-rolling.

 

“Kalau nanti ada pengusulan-pengusulan baru mungkin nanti akan kami rolling (penyalurannya),” kata Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Angkutan Jalan, Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Ruswanto kemarin (12/10).

 

Ruswanto menjelaskan, saat pendataan, nama-nama diserahkan diberikan SK penerima selama tiga bulan. Sehingga jika perjalanan terdapat usulan nama baru, pihaknya perlu mengubahnya.

 

Jika rencana awal satu nama menerima tiga bulan, jika ada penambahan penyaluran dilakukan bergantian dengan nama berbeda agar tidak timbul gejolak. “Biar tidak ada gejolak, karena kemarin kami plot jumlahnya diperkirakan pas. Jadi kalau misalkan ada membludaknya bisa rata,” jelasnya.

 

Ia menjelaskan, saat perhitungan mempertimbangkan kuota yang dipersiapakan daerah. Penyaluran subsidi sembako bagi pelaku angkutan umum diberikan kuota 688 per bulan. Rincian 250 untuk ojek pangkalan dan ojek online. Serta 124 angkutan umum dan 314 sopir angkutan barang.

 

“Penyalurannya sudah dilakukan mulai kemarin, besok (hari ini) bagian sopir angkutan umum Kecamatan Cepu,” katanya.

Ruswanto membenarkan jika kuota penerima bantuan solar dan pertalite dibatasi. Sementara ini terdapat tambahan dari data sebelumnya yakni berjumlah 74 untuk angkutan umum dengan bahan bakar solar, dan 8 angkutan umum untuk BBM jenis pertalite.

 

“Kami batasi yang mempunyai izin trayek dan masih beraktivitas mengantarkan penumpang,” jelanya.

 

Dari kriteria penerima masih dilakukan verifikasi kemarin (12/10). “Pada proses verifikasi itu ternyata ada kendaraan yang sudah dipotong jadi truk,” bebernya.

 

Sebelumnya, Bambang salah satu koordinator ojek pangkalan di Terminal Cepu mengungkapkan, pihaknya memberikan data 15 orang pengojek kepada dinas perhubungan. Padahal terdapat 25 pengojek yang beraktivitas. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Gejolak #ojek #BLT BBM #mbangun blora #Bansos #blora