Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Tejo Yuwono menjelaskan, daerah sudah mendapat jatah penambahan vaksin sekitar 14 ribu. Namun, jumlah tersebut belum diambil, sebab vaksin sebelumnya masih belum habis.
“Tahap dua memag ada penambahan 14 ribu vaksin untuk Blora. Tapi, karena vaksin tahap pertama belum habis, maka daerah tidak mengambil dulu,” jelasnya.
Tejo menjelaskan, pengambilan vaksin tahap dua dijadwalkan minggu ini. Menurutnya, hanya sekitar dua atau tiga kabupaten yang belum mengambil vaksin PMK tahap kedua, termasuk Blora. Selain itu, anggaran dari daerah untuk penanganan vaksin PMK masih menunggu pada anggaran P-APBD.
“Akan ada pergeseran anggaran sekiranya tidak ter SPj-kan akan digeser untuk penanganan PMK. Saat ini belum dianggarkan karena masih menunggu perubahan anggaran,” jelasnya.
Ia menjelaskan, anggaran saat ini masih dari PNBP pusat, dan pihaknya sebagai pelaksana teknis lapangan. Banyaknya vaksin perlu didistribusikan, pihaknya akan menggandeng beberapa mahasiswa yang saat ini sedang menjalankan kuliah kerja nyata (KKN).
“Kami sudah percepat ini, melibatkan KKN UGM, kami sinkronkan termasuk yang di Desa Megari, dari UNY baru masuk, kami sinergikan konsolidasikan dulu dengan kecamatan yang ditempati KKN,” jelasnya.
Data suspek sapi terjangkit PMK hingga Sabtu (16/7) yakni kasus PMK 2.787 ekor, positif dengan hasil lab 10 ekor, sembuh 1.555 ekor, mati 49 ekor dan sisa kasus 976 ekor. Sedangkan, vaksinasi baru mencapai 4.220 ekor. “Untuk alat vaksin PMK seperti suntik kami pastikan masih cukup,” katanya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto