BLORA, Radar Bojonegoro – Pemkab belum memiliki produk unggulan sebagai oleh-oleh wisawatan. Para pelaku UMKM diminta berkelompok untuk menciptakan merek unggulan.
Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan, sebenarnya Blora sudah terdapat banyak sekali berbagai merek produk olahan. Hanya, belum ada satu merk unggulan. Untuk itu pihaknya ingin ada merek yang bisa menjadi ciri khas oleh-oleh dari Blora.
Dengan berkelompok, tambah bupati, nantinya pemasaran akan menjadi lebih mudah dan semakin banyak UMKM terbantu. ‘’Selain itu dari segi kemasan dan promosi pemasaran nantinya akan lebih efisien,’’ ujarnya.
Selama ini kalau tidak bersatu, misalnya satu pelaku sudah ahli memasarkan dan yang lainnya belum bisa, akhirnya yang lainnya tertinggal. ‘’Saya pengin satu produk satu merk dilakukan secara berjamaah,’’ harapnya.
Dengan beroperasinya bandara, nantinya akan banyak tamu dari luar daerah berkunjung ke Blora. Butuh pusat penjualan yang letaknya strategis yang menampung produk para pelaku UMKM di Blora. ‘’Saya bayangkan kalau ada bandara nanti, akan banyak tamu ke sini dan ketika pulang akan bawa oleh-oleh dari Blora,’’ ungkapnya.
Bupati juga meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM sekaligus mendorong adanya kemudahan berusaha di Blora.