BLORA, Radar Bojonegoro - Bukti nyata bahwa Bupati Blora Arief Rohman ingin kembangkan sektor peternakan sapi dan pertanian di Blora. Yakni, dengan menggandeng PT Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) sebagai Bapak Angkat untuk mengembangkan sektor peternakan dan PT Wilmar Padi untuk kembangkan sektor pertanian.
Bermodalkan sebagai wilayah dengan populasi sapi terbesar di Jawa Tengah dan kedua di Indonesia, Blora kini tengah bersiap mendukung program ketahanan pangan Nasional dari Pemerintah Pusat, melalui penguatan pada sektor peternakan dan pertanian.
’’Dengan menggandeng bapak angkat itu, potensi peternakan di Blora yang begitu besar agar bisa dibina supaya semakin banyak peternak sapi yang berkelompok. Sebagai Bapak Angkat, PT LSAJ akan membina para peternak di Blora kita agar bisa lebih modern. Dan PT Wilmar Padi kembangkan sektor pertanian,'” tandas Bupati Arief.
Selama ini, lanjut dia, sapi yang ada asal dipelihara, nantinya harus jelas per hari harus naik berapa kilogram targetnya. ’’Termasuk nanti pengetahuan soal pakan dan sebagainya juga akan didampingi,” tandas Bupati saat menghadiri Sosialisasi KUR Peternakan dan Kemitraan Farmer Engagement Program PT Wilmar Padi Indonesia, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (9/8).
Lebih lanjut disampaikan Bupati Arief, Presiden Jokowi melalui Menteri Pertanian dan juga Presiden terpilih, nantinya memiliki concern terhadap sektor pertanian dan peternakan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Termasuk kaitannya dengan program KUR Peternakan sapi, yang akan menyasar para peternak, salah satunya di Kabupaten Blora.
Dikemukakan, ada informasi dari Direktur PT LSAJ Arie Triyono, yang menawari sanggup tidak 20.000 ekor untuk KUR di Blora. Hal ini tergantung Kades dalam membina masyarakatnya. ’’Nanti dijelaskan mekanisme, biaya pembiayaanya, dan sebagainya seperti apa,” ungkap Bupati
Atas tawaran itu, di hadapan Forkopimcam, Kades/Kalur se-Blora, hingga Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Gapoktan, Bupati Arief menyambut baik dan meminta kepada ninas terkait segera menyiapkannya.
Pasalnya, lewat program tersebut, diharapkan peternak di Kabupaten Blora akan mampu meningkatkan produktivitas usaha serta memperluas skala usahanya. Dengan demikian, lanjutnya, di samping ketahanan pangan nasional bisa terpenuhi.
Sehingga, para peternak dari Kabupaten Blora ikut sejahtera serta dapat memiliki bekal ilmu dalam mengelola peternakan yang modern.
’’Intinya, setelah ini ditindaklanjuti dengan dinas terkait, Dinas PMD, DP4, Kabag Perekonomian, kami minta untuk menjadi koordinator, nanti tolong masing-masing Kades/Kalur segera menindaklanjuti, segera menunjuk perwakilannya, juga kemudian dari TNI-Polri mohon untuk dukungannya.” papar Bupati
Berkaitan dengan kemitraan bersama PT Wilmar Padi, Bupati yang akrab dipanggil Mas Arief itu ingin agar nantinya semakin banyak petani maupun kelompok tani Kabupaten Blora bisa dilibatkan dalam kemitraan tersebut.
Untuk itu, pihaknya minta agar pihak PT Wilmar bisa memaparkan program tersebut di hadapan para Forkopimcam dan Kepala Desa/Kalur di Blora.
’’Kami undang Wilmar pada kesempatan ini karena saya dapat informasi kalau Wilmar punya binaan 100 hektare. Kami ingin nanti dikembangkan lagi. Para Kades juga kita undang di sini karena punya lahan bengkok juga. Sehingga, kalau bisa nanti bengkoknya bisa jadi percontohan. Kalau kades sudah memberi contoh, nanti Kades dalam mengajak warganya jadi lebih mudah,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur PT LSAJ Arie Triyono memerinci, nantinya jika para petani-peternak Blora bisa berkomitmen serius dalam menyukseskan program tersebut, maka alokasi sapi yang dikerjasamakan masih berpeluang dapat ditingkatkan.
’’Tolong Pak Kades dan Pak Lurah, kalau nanti misalnya 20.000 ekor kurang, bisa kami tambah jadi 30.000. Sepanjang Bupati dan Kades komitmen membentuk kelompok tani. Nantinya satu Poktan minimal 25 orang, satu kelompok itu satu orangnya bisa dapat lima ekor sapi dan mudah-mudahan Bupati bisa sebelum Bulan Oktober terbentuk,” papar Arie. (ADV HUMAS)
Editor : Yuan Edo Ramadhana