Acara Cangkrukan Media berlangsung di lantai 5 kantor setempat itu memaparkan capaian dan tantangan OJK selama 2022. Salah satu temuannya menyebutkan indeks inklusi keuangan di Jawa Timur meningkat hingga 92 persen. Sebaliknya, data indeks literasi keuangan sekitar 55 persen.
"Data itu membuktikan inklusi (pengguna) jasa keuangan meningkat, tapi belum sebanding pertumbuhan literasi, ini yang manjadi PR kami ke depan," kata Kepala OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi.
Bambang menjelaskan, beberapa capaian tentang pertumbuhan ekonomi pasca pandemi ini bukan hanya kinerja OJK sendirian. Namun, tak lepas dari kerja sama media masa.
Sehingga, pria yang tak lama lagi berpindah tugas di Medan itu, berharap sinergitas dengan media tetap terjaga. "Kami tidak bisa kerja sendirian, harus bergandengan dengan semua pihak," imbuhnya.
Direktur Pengawasan LJK 2 dan Manajeman Strategis OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur Dedy Patria menambahkan, untuk peningkatan data inklusi literasi keuangan akan ditingkatkan, dengan fokus beberapa segmen. Meliputi perempuan, santri, daerah tertinggal, dan daerah terluas. "Kami akan fokus peningkatan literasi keuangan," imbuhnya.
Dari data kinerja OJK Regional 4 Jawa Timur selama 2022, akan menjadi acuan untuk meningkatkan kinerja di tahun depan.
Pemahaman literasi keuangan ini penting, karena pengguna jasa keuangan rerata masih belum memahaminya. Namun, sudah mennggunakan jasa keuangan.
Sehingga, ada beberapa temuan di lapangan termasuk terjerat pinjaman online dan investasi bodong. (msu) Editor : M. Yusuf Purwanto