Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menilik Proses Pembuatan Rengginang di Kecamatan Soko dengan Resep Warisan Mertua

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 1 September 2025 | 02:16 WIB
Salah satu hasil pengeringan rengginang di Desa Simo, Kecamatan Soko, Tuban. (MAEFA WULANDARI/Dok. Unigoro for Radar Bojonegoro)
Salah satu hasil pengeringan rengginang di Desa Simo, Kecamatan Soko, Tuban. (MAEFA WULANDARI/Dok. Unigoro for Radar Bojonegoro)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari beras ketan yang dimasak, dicetak bulat, dikeringkan, lalu digoreng. Makanan ini memiliki tekstur yang renyah dan sering menjadi camilan atau hidangan pendamping saat makan, dan biasa disajikan saat momen kumpu keluarga.

Di balik setiap gigitan renyah rengginang yang mekar sempurna tersebut, tersimpan sebuah cerita tentang warisan dan ketekunan dari salah satu penjualnya. Rengginang ini bukan hanya sekadar kudapan, melainkan jejak resep turun-temurun yang dilanjutkan oleh Ibu Muanah (45) dari mertuanya.

Tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, termasuk versi kecil berwarna-warni yang menarik perhatian. Pilihan rasanya pun beragam, mulai dari gurih, manis, bawang, hingga terasi, memastikan setiap orang bisa menemukan rasa favoritnya. 

Proses pembuatan Rengginang dimulai dengan merendam beras ketan selama 30 menit. Setelah dikukus dua kali dengan bumbu khusus, ketan dicetak sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian, rengginang dijemur di bawah sinar matahari langsung.

“Saya tidak menggunakan alat pengering karena hasil dari sinar matahari langsung jauh lebih bagus,” ujar Bu Muanah, yang berkediaman di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Baca Juga: Coba Resep Cokelat Dubai yang Sedang Viral Saat Ini, Renyah dan Manis Ala Timur Tengah

Proses pengeringan ini menjadi tantangan terbesar, terutama saat musim hujan. Jika biasanya hanya butuh 1-2 hari, saat hujan bisa memakan waktu hingga 4-5 hari. Namun, dedikasi ini membuahkan hasil: Rengginang Mekar tidak "buntet" (padat), melainkan mekar sempurna saat digoreng, menjadikannya favorit banyak pelanggan.

Usaha rengginang ini dimulai oleh mertua Bu Muanah. Ketika sang mertua meninggal, Bu Muanah melanjutkan usahanya karena merasa sayang jika harus mengakhirinya. Pelanggan setia yang sebagian besar adalah pedagang di Pasar Soko menjadi motivasi terkuatnya.

“Alhamdulillah, usaha ini sangat membantu perekonomian keluarga dan saya juga bisa mempekerjakan orang lain,” tuturnya.

Saat ini, Bu Muanah mempekerjakan tiga orang untuk membantu mencetak rengginang, sebuah proses yang membutuhkan waktu sekitar 20 menit per satu talam (wadah) untuk setiap tiga orang, tergantung ukuran rengginang yang dibuat. (mae-mgg/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Soko #hidangan #rengginang #resep #beras #kerupuk #camilan #beras ketan #simo #tuban #mertua #Makanan #ketan #Pedagang