Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Tanda Red Flag Psikiater yang Tidak Profesional

Bhagas Dani Purwoko
KESEHATAN MENTAL: Mencari psikiater profesional tidak mudah, kenali sifat-sifat red flag-nya.
KESEHATAN MENTAL: Mencari psikiater profesional tidak mudah, kenali sifat-sifat red flag-nya.

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menemukan psikiater memang butuh perjuangan; sering kali kita terhambat masalah asuransi atau daftar tunggu yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Namun, dilansir dari laman Verywell Minde, mempertahankan psikiater yang salah justru jauh lebih berbahaya daripada mencari yang baru.

Menurut pengamatan seorang terapis berlisensi yang juga berstatus sebagai pasien, ada 6 tanda bahaya (red flags) yang membuktikan psikiatermu gagal menjalankan tugasnya, mulai dari tidak adanya perbaikan gejala, abai terhadap efek samping obat yang menyiksa, sesi konsultasi yang cuma fokus pada obat, hingga tindakan tidak etis seperti memintamu menulis ulasan palsu di internet.

Advertisement

Jika psikiatermu menunjukkan salah satu saja dari tanda-tanda ini dan menolak memperbaiki pendekatannya, inilah saat yang tepat untuk mencari penyedia layanan kesehatan mental lain.

Bekerja sama dengan profesional seharusnya membawa perubahan positif. Jika kamu ragu apakah harus bertahan atau pergi, waspadai enam tanda bahaya berikut ini:

Red Flag 1: Tidak Ada Perubahan Sama Sekali

Advertisement

Saat menjalani terapi, gejalamu seharusnya membaik atau setidaknya ada penyesuaian resep pengobatan.

Jika kamu masih menderita dan psikiatermu tidak berusaha mencari jalan keluar lain, tinggalkan saja.

Jangan sampai kamu terjebak seperti pengalaman sang terapis, di mana mantan psikiaternya meyakinkan bahwa penderitaannya saat itu adalah "kondisi terbaik yang bisa dicapai".

Padahal, setelah ia berganti ke psikiater yang optimis, gejalanya hilang hanya dalam beberapa bulan! (Fakta Tambahan: Menurut kajian keilmuan yang dipublikasikan di National Institutes of Health (NIH), pengambilan keputusan bersama (shared decision-making) untuk terus mengevaluasi efektivitas klinis sangat krusial agar pengobatan psikiatri berhasil).

Red Flag 2: Fokus pada Hal yang Salah

Pernahkah psikiatermu lebih peduli pada efek samping luar ketimbang stabilitas mentalmu? Sang terapis membagikan pengalaman pahitnya saat psikiaternya selalu memulai sesi dengan kalimat, "Wah, berat badanmu bertambah lagi!"

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cara Mengatasi Gangguan Bipolar, Kenali Gejala dan Pilihan Pengobatannya

Cara Mengatasi Gangguan Bipolar, Kenali Gejala dan Pilihan Pengobatannya

Kombinasi pengobatan medis, psikoterapi, pola hidup teratur, serta dukungan keluarga menjadi bagian penting untuk membantu penderita menjaga kestabilan suasana hati dan mengurangi risiko kekambuhan.

Mitos atau Fakta, Minum Campuran Kecap Manis dengan Jeruk Nipis Bisa Menyembuhkan Batuk?

Mitos atau Fakta, Minum Campuran Kecap Manis dengan Jeruk Nipis Bisa Menyembuhkan Batuk?

Di Indonesia, salah satu cara tradisional yang cukup populer untuk mengatasi batuk adalah mengonsumsi campuran kecap manis dan perasan jeruk nipis. Ramuan ini dipercaya dapat melegakan tenggorokan dan mengurangi frekuensi batuk.

Obat dan Vitamin yang Harus Kamu siapkan Sebelum Beternak Ayam Kampung

Obat dan Vitamin yang Harus Kamu siapkan Sebelum Beternak Ayam Kampung

Menyediakan obat dan vitamin sejak awal akan membantu menjaga kesehatan ayam kampung, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi risiko kematian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer