Tahun lalu ada 91 warung LA. Namun, 46 unit saja yang beroperasi. Tahun ini, jumlahnya berkurang lagi karena manajemen pengelolaan yang kurang aktif.
Menurut Zamroni, pemkab memberikan stimulan satu warung Rp 50 juta pada 2019. Ada 90 warung yang sudah menyerap anggaran tersebut. Di lapangan, banyak yang belum beroperasi. “Warungnya ada yang masih utuh tapi tidak dibuka ada yang buka tapi tidak berkembang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Zamroni berharap desa yang sudah memiliki warung LA, dihidupkan lagi. “Kita sudah sampaikan ke desa supaya menghidupkan warung LA. Harapannya bisa menggairahkan ekonomi di tingkat desa,” tuturnya.
Sementara itu, LA Mart yang ada tiga unit di level kecamatan, sudah tutup.
“Nanti kita data ulang supaya yang kemarin sudah ada bangunannya untuk dihidupkan lagi. Kalau memang ada kendala agar dicarikan solusi bersama,” katanya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto