Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sepak Bola Ternyata Berpotensi Sembuhkan Depresi! Begini Penjelasan dan Penerapannya di Inggris, Pasien Dapat Tiket Nonton Bola Gratis

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 24 Juli 2025 | 02:47 WIB
PENDUKUNG SETIA: Suporter Persibo mendukung tim kebanggaannya di tribun Stadion Letjend Soedirman. Penonton Persibo Terbanyak Kedua di Grup 3 di musim ini. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
PENDUKUNG SETIA: Suporter Persibo mendukung tim kebanggaannya di tribun Stadion Letjend Soedirman. Penonton Persibo Terbanyak Kedua di Grup 3 di musim ini. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebagai salah satu olahraga paling terkenal di dunia, sepak bola terkenal sebagai olahraga yang ampuh memantik berbagai macam emosi dalam jiwa. Mulai dari rasa sedih dan kecewa ketika kalah hingga euforia ketika sukses jadi juara, sepak bola menjadi cerminan kehidupan sosial masyarakat.

Ternyata sepak bola juga dipandang sebagai salah satu cara efektif untuk memperbaiki kesehatan jiwa di Inggris. Jadi alih-alih pasien diberikan obat, mereka akan menerima tiket pertandingan sepak bola secara gratis untuk mengurangi beban jiwa mereka.

Praktek layanan kesehatan tersebut diumumkan pada Senin (22/7) untuk wilayah distrik Glouchestershire, melalui dokter umum di 12 klinik di wilayah tersebut. Alih-alih obat antidepresan, pasien akan diberikat tiket untuk menonton pertandingan klub sepak bola setempat, Forest Green Rovers (FGR) sebagai bentuk terapi sepanjang musim 2025/2026.

Sebagaimana dikutip dari Express dan BBC, inisiatif tersebut diciptakan oleh Dale Vince, ketua DPC Partai Buruh Inggris wilayah Glouchestershire dan pemilik FGR, serta seorang dokter umum yang jadi anggota partai tersebut, Simon Opher.

Menurut Opher, terobosannya berakar dari kebergantungan dokter umum terhadap memberikan antidepresan untuk pasien mereka, sehingga sebagai alternatif, dia menawarkan hiburan sebagai obat alternatif, seperti nonton bioskop atau stand up comedy. Kuncinya terletak pada kesempatan pasien untuk bersosialisasi dengan sesama penduduk selama dan setelah kegiatan hiburan, sehingga mengurangi beban mental.

Menurut temuan Opher sendiri, jumlah antidepresan yang diberikan di Inggris sepanjang tahun lalu naik sebesar 2,1 persen dari 2023. Opher menyayangkan penggunaan antidepresan yang berlebihan, terutama untuk pasien yang mengalami depresi tahap awal dan menengah.

“Kalau depresinya parah tentu pertolongannya antidepresan, tapi mayoritas masyarakat baru mengalami depresi tingkat ringan hingga menengah, dan terapi yang diberikansecara umum saat ini jug antidepresan karena tidak ada alternatif lain. Ini berbahaya, karena saat ini sudah ada 8,7 juta jiwa yang mengalami ketergantungan obat tersebut,” ungkap Dokter Opher.

“Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan fisik seperti sepak bola dapat meningkatkan tidak hanya kesehatan raga saja, namun juga kesehatan jiwa. Kemudian keterkurungan sosial seperti rasa kesepian dapat mengurangi kesehatan jiwa sehingga menimbulkan depresi, dan dapat disembuhkan dengan bersosialisasi dengan masyarakat dan berbagai pengalaman,” lanjut Dokter Opher.

Berangkat dari kedua fakta tersebut, Opher menggabungkan keduanya sehingga tercipta ide untuk mengajak pasien depresi untuk menonton sepak bola. “Menonton sepak bola memberikan kesempatan untuk bersosialisasi dan mendukung klub kesayangan, serta memberikan jeda dalam hidup dari kenyataan sehari-hari,” lanjutnya.

Sementara itu, sebagai pemilik klub sepak bola, Vince berharap praktik serupa dapat ditiru oleh klub dan pemerintah daerah lain di Inggris. “Terlebih pria biasanya lebih tertutup soal kesehatan jiwa,” ujarnya.

Temuan Vince, saat ini di Inggris, penyebab utama kematian pria usia 50 tahun ke atas adalah bunuh diri akibat depresi dan rasa kesepian. “Jika sepak bola dapat membantu seseorang untuk jadi lebih ceria dan tidak kesepian lagi, maka hal tersebut bakal menjadi langkah pertama yang signifikan,” jelasnya.

Meskipun bukan klub sepak bola pertama yang memiliki gerakan peduli kesehatan jiwa, FGR jadi klub pertama yang melakukan gerakan tersebut melalui jalur medis. FGR, yang terkenal sebagai klub paling berkelanjutan sedunia, bakal memulai praktek tersebut saat National League (Divisi 5 Inggris) bergulir pada Agustus mendatang. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#emosi agama #dokter umum #bersosialisasi #Gloucestershire #dokter #kesepian #inggris #Sepak Bola #antidepresan #bunuh diri #depresi #klinik #kesehatan #olahraga #forest green rovers #liga inggris #kesehatan jiwa #Hiburan