BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Wayang Thengul kian melekat sebagai kesenian khas Bojonegoro. Selain pertunjukan wayang, thengul dikreasi dalam bentuk tari, hingga kesenian lain. Terbaru, seniman di Kota Ledre terinspirasi membuat pertunjukan jalanan.
Sang seniman memerankan wayang thengul sebagai patung. Pemeran pun harus betah diam sekitar tiga jam atau disebut dengan seni humanoid. Seperti yang terlihat perempatan Jalan MH Thamrin pada Sabtu malam lalu (2/9).
Seniman berdiri menggunakan kostum thengul yang menyerupai patung. Tubuh dibalur cat berwarna coklat mirip dengan kayu. Sepanjang pertunjukan hanya diam mematung dan tak berkeliling meminta sumbangan. Namun, saat ada orang memberi apresiasi atau uang, patung melakukan gerakan minim.
Mustakim, sebagai pembuat kostum mengatakan, pembuatan patung thengul tersebut berbeda dibanding kostum biasa. Karena butuh waktu berhari-hari untuk membuat kostum menyerupai patung sungguhan.
Selain itu, kostum tersebut lebih difokuskan sebagai bahan pertunjukannya, dibanding meminta sumbangan. ‘’Perlu adanya edukasi bagaimana harus melakukan pertunjukan di ruang publik,” ungkapnya.
Ahmad Yani, pelaku seni humanoid, kesenian tersebut memang seperti manusia silver. Namun menurutnya, kemunculan seni tersebut memang bukan untuk ngamen. Bahkan, saat meminta apresiasi di ruang publik tidak dengan menodong ke masing-masing orang.
Kemudian, pertunjukan di jalanan tak sekadar dilakukan seorang diri, perlu ada orang bertugas mengatur jalan. ‘’Perlu adanya latihan khusus untuk tetap diam berjam-jam menyerupai patung,” bebernya. (dan/bgs)
Editor : M. Yusuf Purwanto