RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Curah hujan tinggi mengakibatkan belasan titik tanggul longsor. Hal itu berdasarkan laporan yang dihimpun Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) bidang Sumber Daya Air (SDA) Blora.
Kepala Bidang SDA DPUPR Blora, Surat mengatakan, terkait dampak hujan saat ini memang sudah ada beberapa titik yang dicatat.
“Betul. Titiknya mulai dari ujung Todanan sampai ke barat sampai wilayah Cepu. Jadi ada beberapa itu, setara 10-20 titik laporan yang sudah masuk ke kami,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah barat memang ada potensi longsor, di antaranya yang berada di Desa Kacangan, Kecamatan Todanan yang sudah pernah longsor tahun lalu.
Ia menyebut beberapa titik longsor hampir menyeluruh di wilayah Blora. Selain itu, juga ada di Kecamatan Japah satu titik. Lalu, di Tunjungan satu titik. Selanjutnya, ada di Kecamatan Kota yaitu di Jetis, Mlangsen, Bangkle, Karangjati yang ternyata titiknya longsor.
“Kemudian di wilayah Kecamatan Randublatung, itu di Kelurahan Wulung. Itu juga ada satu titik yang besar di Sungai Wulung. Kemudian ke Timur di wilayah Kecamatan Cepu, itu di Kelurahan Cepu juga ada dua titik,” tuturnya.
Ia mengakui, untuk sementara ini yang bisa diupayakan yaitu bersinergi dan kolaborasi bersama BPBD dan desa. Serta meminta bantuan juga dari pemerintah pusat, melalui BBWS Pemali Juana, dan juga BBWS Bengawan Solo.
“Namun demikian memang dari beberapa titik longsor itu, yang ada memang kami benar-benar prioritaskan dulu rencana penanganannya untuk lokasi-lokasi yang memang terdampak langsung kepada aktivitas masyarakat seperti permukiman, ataupun juga jalan lingkungan,” ujarnya.
“Ya sekarang sifatnya sementara, dengan pemakaian penutupan terpal maupun penanganan darurat dengan terucuk,” imbuhnya.
Ia menyadari saat ini pemkab setempat memang memiliki keterbatasan alokasi anggaran terkait penanganan bencana itu.
“Ya walaupun gitu kami tetap mengupayakan yang terbaik bagaimana masyarakat yang terdampak ini nanti bisa tetap beraktivitas semula tanpa rasa was-was, ya semampu kami,” ujarnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana