Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menengok Budidaya Burung Tekukur, Mengawinkan Silang Hasilkan Anakan Varian Baru

Hakam Alghivari • Minggu, 12 November 2023 | 18:26 WIB
BERAGAM JENIS: Burung tekukur memiliki beberapa jenis, dengan warna bulu yang bervariatif.(ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
BERAGAM JENIS: Burung tekukur memiliki beberapa jenis, dengan warna bulu yang bervariatif.(ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Burung tekukur memiliki suara yang khas. Tidak hanya dari suaranya, burung tekukur juga memiliki warna bulu yang unik. Hal itu menjadi alasan Yanto, warga Desa Made, Kecamatan Lamongan membudidayakan hewan yang juga dikenal dengan nama burung derkuku tersebut. Yanto merawat burung tekukur kesayangannya di belakang rumahnya. Kandang berukuran 3 x 2 meter dan disekat menjadi 15 bilik.

‘’Saya suka suara manggung derkuku, suaranya derkuku ku ku ku ku, tumpang sari sampai empat,’’ tutur pria berusia 50 tahun ini kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Sabtu (11/11).

Terdapat kandang yang diisi satu jodoh burung tekukur, serta terlihat beberapa ada yang masih mengeram. Yanto memiliki sekitar 50 burung tekukur dari beberapa jenis. Meliputi tekukur leopard, tekukur klantang, tekukur blorok, tekukur putih mata merah, tekukur putih mata hitam, tekukur blorok merah, tekukur creamino, dan beberapa jenis lainnya.

Cuaca panas ekstrem akibat el nino ini, membuat Yanto meningkatkan kewaspadaan. Bukan hanya karena burung tekukur tidak bisa mengeluarkan suara karena cuaca panas. Tapi juga membuat burung tekukur mudah terserang penyakit hingga mati.

‘’Saat panas derkuku yang betina banyak yang mati. Terutama yang akan bertelur, itu mati,’’ ucap pria yang merawat burung tekukur sejak Tahun 2015 ini.

Yanto mengantisipasi dengan memberikan vitamin, mengontrol pakan, hingga memahami karakter setiap burung. Kalau pada cuaca normal, diakuinya, perawatan tekukur cenderung lebih mudah, dibanding burung jenis lainnya. ‘’Gampang-gampang mudah memelihara dan ternak derkuku itu,’’ ujarnya.

Untuk mengawinkan silang, juga gampang-gampang susah. Menurut dia, karena terkadang burung jenis beda yang dipasangkan, tidak bisa baik. Misal jantan jika terlalu birahi, maka bakal mematuk si betina. Hal itu mengakibatkan kematian.

‘’Makanya saya lihat, kalau terlalu birahi, saya mandikan air, kalau tidak gitu, betinannya mati. Satu derkuku biasanya bertelur dua,’’ imbuhnya.

Yanto mengawinkan silang berharap bisa mendapatkan varian baru, dengan menghasilkan warna bulu yang unik. Seperti leopard silver disilangkan dengan merah kalung hitam menghasilkan blorok. ‘’Biar bervariasi anaknya,’’ ujarnya.

Dia memberikan makan jagung dan beras merah. Namun, ketika burung telurnya hendak menetas, diberikan pakan milet dan 511. Selain itu diberikan vitamin untuk anaknya, seperti obat cacing.

Sedangkan, harga burung tekukur cukup bervariatif, mulai Rp 700 per jodoh. Bahkan, burung tekukur putih dengan warna mata merah bisa mencapai Rp 4 juta per ekor. Selain itu, harga burung tekukur juga dipengaruhi suaranya.

‘’Ada yang suka warnanya, ada juga senang suaranya,’’ pungkasnya. (sip/ind)

Editor : Hakam Alghivari
#menengok #budidaya #varian #hewan #Burung Tekukur #lamongan #anakan