RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Semilir angin berembus menggoyangkan rerumputan lapangan di Jalan Lettu Suyitno. Lapangan tersebut tampak kecil dibandingkan lapangan pada umumnya. Ternyata Lapangan berada di tepi Bengawan Solo itu memang untuk mini soccer.
Lapangan mini soccer JFC Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro Kota itu menjadi alternatif baru pecinta sepak bola untuk menyalurkan hasrat menendang bola. Tentu jumlah pemain tak sama dengan sepak bola lapangan standar. Mini soccer hanya dimainkan 5 hingga 7 pemain.
Baca Juga: APBD 2025 Bojonegoro: Belanja Subsidi Terealisasi 17 Persen
Menurut Andik Cahyo Pratomo penggerak pemuda Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro Kota, sejak dulu lapangan tersebut adalah lapangan desa. Awalnya lapangan berada di tepi Bengawan Solo itu memiliki ukuran standar.
Namun seiring waktu mengecil karena longsor tergerus aliran air bengawan. ''Sehingga luasnya ikut mengecil," ungkapnya.
Andik Liwa, sapaan Andik Cahyo Pratomo, menjelaskan, ukuran lapangan ini panjang 60 meter (m) dan lebar 36 m. Sekitar 5 tahun lalu, lapangan menggunakan rumput jenis rumput jepang seperti rumput taman. Namun akibat tidak terawat, sekarang rumput lapangan bercampur dengan rumput liar.
Baca Juga: Penetapan Kepala Dinas di Lingkup Pemkab Bojonegoro Alot, Pengumuman Lelang Jabatan Molor
Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Bojonegoro tersebut menerangkan, lapangan tersebut dibuka menjadi mini soccer baru sekitar sebulan ini. Tentu disewakan bagi masyarakat umum dan rerata 3 kali seminggu digunakan oleh penyewa.
''Awalnya setiap sore dipakai sendiri untuk latihan anak-anak desa setempat untuk mengisi waktu luang sore hari," jelasnya.
Menurut Andik, sudah ada beberapa dari komunitas fun football yang memakai lapangan ini. bahkan juga sudah ada yang menjadi member atau penyewa tetap yang bermain setiap hari Jumat dan Minggu.
Menurut Guru SMAN 4 Bojonegoro itu, lapangan itu menjadi pilihan atau alternatif baru untuk bermain sepak bola. Terlebih saat ini lapangan mini soccer di wilayah Bojonegoro Kota masih jarang. Bahkan menjadi satu-satunya lapangan mini soccer yang ada di tengah kota.
''Keunggulan lapangan ini menggunakan rumput asli bukan sintesis atau buatan seperti umumnya lapangan mini soccer yang ada di kota besar. Sedangkan untuk fasilitas sementara toilet dan loker room kecil," ujarnya.
Untuk saat ini Lapangan JFC itu dikelola para pemuda desa yang cinta olahraga dengan izin kepala desa dan perangkat desa. Perawatan oleh pemuda desa dilakukan dengan penyiraman rutin setiap sore dan pemupukan setiap dua minggu sekali pada beberapa bagian rumput kering.
Pihaknya mengaku engan adanya lapangan mini soccer minat masyarakat semakin ramai untuk bermain sepakbola dan juga antusias bergotong-royong merawat lapangan lebih tinggi. Sehingga menjadikan sepakbola ini sebagai ajang pemersatu pemuda desa.
''Bulan depan bakal digelar turnamen sepak bola untuk kelompok umur (KU) 12," ujarnya. (irv/msu)
Editor : Hakam Alghivari