Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jelang Jerman vs Curacao, Joshua Kimmich Ingatkan Timnya: Jangan Anggap Remeh Grup yang Terlihat Mudah, Trauma Edisi-edisi Sebelumnya?

Hakam Alghivari • Minggu, 14 Juni 2026 | 16:46 WIB
Joshua Kimmich bersalaman dengan Leroy Sane, Kimmich ingatkan timnya agar tidak jumawa jelang laga melawan Curacao, Snein (15/6) dini hari. (INSTAGRAM JOSHUA KIMMICH)
Joshua Kimmich bersalaman dengan Leroy Sane, Kimmich ingatkan timnya agar tidak jumawa jelang laga melawan Curacao, Snein (15/6) dini hari. (INSTAGRAM JOSHUA KIMMICH)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di atas kertas, Jerman menjadi salah satu tim yang mendapat jalur relatif nyaman pada fase grup Piala Dunia 2026. Tergabung bersama Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador di Grup E, Die Mannschaft bahkan diprediksi hampir pasti lolos ke babak gugur.

Namun kapten tim Joshua Kimmich menegaskan bahwa skuad asuhan Julian Nagelsmann tidak boleh terlena oleh berbagai prediksi tersebut.

Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, peluang Jerman untuk melaju ke babak 32 besar mencapai 98,1 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi kedua di turnamen, hanya berada di bawah Spanyol yang memperoleh probabilitas 98,5 persen.

Baca Juga: Prediksi Kanada vs Bosnia-Herzegovina: Kesempatan Emas Tuan Rumah Akhiri Kutukan Piala Dunia 2026

Meski demikian, Kimmich menilai persepsi bahwa Jerman berada di grup yang mudah justru bisa menjadi jebakan berbahaya.

"Kami tidak terlalu fokus pada turnamen sekarang. Kami fokus pada setiap pertandingan. Saya berharap kami bisa memulai dengan sangat baik," kata Kimmich menjelang laga pembuka melawan Curacao di Houston.

Gelandang Bayern Munchen itu mengingatkan bahwa pengalaman di turnamen-turnamen sebelumnya menunjukkan betapa pentingnya mengawali kompetisi dengan hasil positif.

"Turnamen-turnamen sebelumnya menunjukkan kepada kami bahwa itu sangat penting. Kami tidak berada di grup yang semudah yang kadang dipersepsikan dari luar," lanjutnya.

Baca Juga: Dari Pulau Kecil Karibia ke Piala Dunia, Curacao Siap Menantang Raksasa Jerman

Menurut Kimmich, seluruh lawan di Grup E memiliki potensi untuk menyulitkan jika Jerman tidak tampil dalam performa terbaiknya.

"Saya percaya grup ini akan rumit dan sulit. Kami benar-benar harus berada dalam performa terbaik," ujarnya.

Belajar dari Kegagalan Masa Lalu

Peringatan yang disampaikan Kimmich bukan tanpa alasan.

Jerman datang ke Piala Dunia 2026 dengan membawa beban dari dua edisi sebelumnya. Setelah meraih gelar juara dunia pada 2014, Die Mannschaft justru mengalami kemunduran yang tidak banyak diprediksi.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Jerman tersingkir di fase grup meski berstatus juara bertahan. Empat tahun kemudian di Qatar, nasib serupa kembali terjadi ketika mereka gagal melangkah ke fase gugur.

Dua kegagalan tersebut menjadi catatan yang tidak biasa bagi salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia.

Baca Juga: Dulu Dilatih Patrick Kluivert, Kini Curacao Menantang Jerman di Piala Dunia

Sejak kembali tampil di turnamen ini setelah absen pada 1950, Jerman hampir selalu mampu melewati fase pertama. Namun dalam dua edisi terakhir, mereka justru gagal melakukan hal yang selama puluhan tahun dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.

Situasi itulah yang membuat Kimmich enggan melihat klasemen grup atau prediksi komputer sebagai jaminan keberhasilan.

Ambisi Juara Harus Dimulai dari Hal Sederhana

Jerman memang datang ke Amerika Utara dengan target besar. Sebagai pemilik empat gelar juara dunia, mereka ingin menyamai rekor lima trofi yang saat ini dimiliki Brasil.

Akan tetapi, Kimmich menegaskan bahwa ambisi menjadi juara dunia tidak akan berarti apa pun jika tim gagal menjalani proses yang benar sejak awal.

"Semua orang di sini ingin menjadi juara dunia. Tetapi itu tidak membantu kami jika hanya menginginkannya. Kami harus melakukan hal-hal yang diperlukan untuk memenangkan pertandingan. Di situlah semuanya harus dimulai," tegasnya.

Baca Juga: Dari Juara Dunia ke Korban Fase Grup, Jerman Tak Mau Mengulang Mimpi Buruk di Piala Dunia 2026

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan yang coba dibangun Nagelsmann sejak mengambil alih tim nasional. Alih-alih berbicara mengenai trofi atau final, fokus utama Jerman saat ini adalah memastikan mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti di Rusia dan Qatar.

Modal Positif Jelang Laga Pembuka

Meski tetap waspada, Jerman memiliki alasan untuk percaya diri.

Die Mannschaft datang ke Piala Dunia dengan tren positif setelah mencatat sejumlah hasil baik dalam pertandingan persahabatan. Mereka juga mempertahankan catatan tak terkalahkan yang telah berlangsung sejak September tahun lalu.

Sebelum memulai turnamen, Jerman bahkan sukses mengalahkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor 2-1 dalam laga uji coba di Chicago.

Modal tersebut membuat mereka tetap menjadi favorit saat menghadapi Curacao pada pertandingan pembuka Grup E.

Namun jika ada satu pelajaran yang dipetik Jerman dari dua Piala Dunia terakhir, itu adalah bahwa status unggulan tidak pernah menjamin apa pun.

Karena itulah, ketika banyak pihak melihat Grup E sebagai salah satu grup termudah di turnamen ini, Joshua Kimmich justru memilih mengeluarkan peringatan.

Bagi Jerman, jalan menuju impian meraih bintang kelima tidak dimulai dari perhitungan superkomputer atau prediksi para pengamat. Jalan itu dimulai dari kemampuan menghormati setiap lawan dan memenangkan pertandingan pertama. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#Curacao #piala dunia 2026 #Die Mannschaft #joshua kimmich #jerman