RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Musim sepak bola Eropa akhirnya akan tuntas pada Sabtu (30/5) melalui babak final UEFA Champions League (UCL, Liga Champions) musim 2025/2026. Babak final yang akan digelar di Puskas Arena, Hungaria tersebut bakal mempertemukan dua juara liga domestik musim ini, yakni Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG).
Sebagaimana ramai dibahas sepanjang bulan Mei, Arsenal datang ke kota Budapest dengan wajah berseri-seri setelah mengakhiri puasa titel Premier League (Liga Inggris) selama 22 tahun. Sebelum bertolak ke Hungaria, mereka juga menutup kiprah domestik dengan kemenangan 2-1 dari Crystal Palace pada akhir pekan lalu (24/5).
Kebetulan, seluruh trofi kejuaraan Eropa musim ini juga disikat oleh peserta Premier League, dan salah satunya merupakan sesama klub asal London. Aston Villa berhasil memenangkan UEFA Europa League setelah mengalahkan SC Freiburg, dan Crystal Palace juga memenangkan UEFA European Conference League setelah mengalahkan Rayo Vallecano. Sehingga Arsenal berpeluang melengkapi kebahagaiaan warga Inggris jika dapat memenangkan UCL.
Final kali ini menjadi final UCL kedua bagi The Gunners, juga setelah menanti dua dekade. Sayang pada kunjungan perdana mereka 2006 silam, mereka harus bertekuk lutut setelah kalah 1-2 dari Barcelona.
Sehingga para penggawa Arsenal sudah tidak sabar untuk menjejakkan kaki di lapangan, terlebih mayoritas dari mereka baru pertama kali merasakan partai puncak UCL.
“Waktu kecil saya selalu nonton UCL dari awal sampai final, dan perasaan saya menjelang akhir pertandingan pasti keluar semua. Jadi bisa mencapai babak final sekarang sungguh luar biasa. Soal menang tidaknya tentu saya tidak tahu karena pertandingan belum berjalan, tapi tentu bakal lebih hebat lagi kalau bisa menang,” ujar gelandang bertahan Arsenal, Declan Rice sebagaimana dikutip dari situs resmi UEFA pada Kamis (28/5).
Pertandingan ini juga menjadi kesempatan mereka melunasi utang pada musim 2024/2025, ketika langkah mereka menuju final UCL musim tersebut dijegal oleh PSG di babak semifinal.
“Tentu kekalahan tersebut masih banyak terbayang, baik saya maupun kawan-kawan di skuad tidak mau sampai kejadian lagi. Menurut saya kejadian tersebut bisa jadi motivasi kami untuk bertarung di babak final,” kata winger The Gunners, Gabriel Martinelli ketika disinggung mengenai momen tersebut.
Sementara itu sebagai juara bertahan, PSG tentu tidak perlu melihat kembali jauh-jauh untuk mencari bekal pengalaman menuju babak final. Terlebih pada musim lalu mereka dapat menggergaji Inter Milan dengan skor akhir 5-0 untuk membawa pulang trofi UCL ke Paris.
Urusan liga domestik juga tidak perlu ditanya, dengan PSG sukses mengamankan titel Ligue 1 (Liga Perancis) jauh-jauh hari dari kejaran RC Lens. Mereka juga memiliki waktu istirahat lebih lama, dengan terakhir kali bermain pada 18 Mei lalu saat dihajar 1-2 oleh tetangga mereka sendiri, Paris FC.
“Pada awal musim kami kami banyak mendapat hasil buruk, namun lama kelamaan kami bisa mangkit lagi hingga kembali ke final. Penting bagi kami untuk menunjukkan bahwa kami juara bertahan, dan kami bisa jadi juara lagi selama kami bermain sesuai rencana dan setulus hati,” ujar ujung tombak Les Parisiens, Khvicha Kvaratskhelia sebagaimana dikutip dari situs resmi UEFA.
Dari sisi bangku cadangan, Arsenal berpeluang punya lebih banyak memiliki amunisi dan opsi pemain ketimbang PSG. Menurut data Transfermarkt dan SportsMole, dua-duanya memiliki pilar yang masih dilanda cedera, namun jumlah pemain The Gunners yang harus mampir ke ruang medis lebih sedikit.
Dari kubu London Merah, David Raya hampir pasti bakal kembali di bawah mistar meskipun sempat mengeluh sakit punggung sejak pertengahan bulan. Sementara itu, Noni Madueke diperkirakan bakal memulai laga dari bangku cadangan setelah mengalami cedera hamstring saat melawan Crystal Palace.
Sementara itu, setidaknya salah satu antara Achraf Hakimi, Ousmane Dembele, Warren Zaire-Emery, Nuno Mendes dan Lucas Chevalier bakal memulai laga dari bangku cadangan. Hakimi dan Dembele dikabarkan sudah mulai berlatih lagi bersama skuad Les Parisiens, dan penampilan Matvey Safonov sepanjang semifinal UCL dapat berarti Chevalier bakal diistirahatkan lagi.
UEFA telah mengumumkan mereka akan menggunakan wasit asal Jerman untuk mengadili laga final kali ini. Wasit Bundesliga (Liga Jerman) Daniel Siebert bakal berperan sebagai wasit utama, ditemani oleh Jan Seidel dan Rafael Foltyn sebagai hakim garis.
Wasit asal Swiss, Sandro Scharer bakal berperan sebagai ofisial keempat. Akhirnya, Bastian Dankert ditunjuk sebagai pengawas VAR. (edo)
Jadwal Final UEFA Champions League 2025/2026
Arsenal vs Paris Saint-Germain - Puskas Arena, 23:00 WIB
Editor : Yuan Edo Ramadhana