RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tunggakan gaji pemain Persibo selama sebulan yang belum dibayarkan oleh manajemen menjadi perhatian Komisi C DRPD Bojonegoro. Komisi yang membidangi pendidikan, kesejahteraan, kesehatan, dan olahraga tersebut miris mengetahui kondisi klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro itu.
Sehingga, segera mengagendakan pertemuan dengan manajemen. Tentu untuk mendiskusikan solusi terbaik. Walau The Giant Killer sudah berstatus profesional dan tidak bisa menggunakan angggaran daerah, namun membawa nama Bojonegoro.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mendesak manajemen segera mencari solusi terkait masalah tunggakan gaji yang dihadapi. Terlebih gaji menjadi hak dari para pemain sesuai dengan kontrak telah disepakati.
Baca Juga: Eks Pemain Persibo Tagih Tunggakan Gaji, Pengurus Klub Klaim Hanya Sebagian Pemain
Pri, sapaannya, menjelaskan, sebagai klub profesional, secara regulasi Persibo tidak boleh menggunakan anggaran daerah. Namun, pihaknya bakal mengajak menajemen berdiskusi untuk mencari solusi atas persoalan tunggakan gaji.
‘’Coba nanti biar kami ajak diskusi pihak manajemen (Persibo),” ungkapnya. Terlebih Persibo membawa nama Bojonegoro. Sehingga, ketika persoalan dan masalah yang menerpa, tentu akan berpengaruh ke citra kabupaten penghasil minyak dan gas (migas) tersebut di mata masyarakat dalam maupun luar kota.
Pri mengaku prihatin dengan kondisi klub yang bermarkas di Stadion Letjend Soedirman (SLS) itu. Terlebih Persibo menjadi klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana