Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transaksi Penjualan Sapi Jelang Idul Adha di Blora Capai Rp 9 Miliar

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
HARGA NAIK : Suasana Pasar Hewan Pon Blora yang ramai menjelang Idul Adha. (ACHMAD SYAEROYZI/RADAR BOJONEGORO)
HARGA NAIK : Suasana Pasar Hewan Pon Blora yang ramai menjelang Idul Adha. (ACHMAD SYAEROYZI/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, geliat perdagangan ternak di Pasar Hewan Pon Blora meningkat tajam. Ratusan sapi diburu pembeli dari berbagai daerah. Tingginya permintaan membuat harga sapi ikut melonjak hingga Rp 3 juta per ekor.

Lonjakan aktivitas itu terlihat saat Bupati Blora Arief Rohman meninjau langsung pasar hewan terbesar di wilayah tersebut. Sejak pagi, suasana pasar dipadati pedagang dan pembeli yang sibuk melakukan transaksi. Tawar-menawar berlangsung ramai, sementara truk pengangkut sapi silih berganti keluar masuk area pasar membawa ternak berukuran besar untuk kebutuhan kurban.

Advertisement

Arief mengatakan, transaksi penjualan sapi menjelang Idul Adha tahun ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari biasa. Jika pada hari pasaran normal transaksi berkisar 300 ekor sapi, kini jumlahnya bisa mencapai 600 hingga 800 ekor dalam satu hari pasaran.

“Menjelang Idul Adha aktivitas perdagangan ternak meningkat signifikan. Ini menandakan perputaran ekonomi masyarakat juga bergerak sangat baik,” ujarnya kepada Radar Bojonegoro.

Advertisement

Dengan harga rata-rata sapi sekitar Rp 15 juta per ekor, perputaran uang di Pasar Pon diperkirakan mencapai Rp 9 miliar selama momentum kurban.

Jenis sapi yang paling banyak dicari pembeli antara lain Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO). Sebagian besar sapi yang dipasarkan merupakan sapi jantan dengan bobot antara 400 hingga 600 kilogram.

Permintaan tidak hanya datang dari wilayah sekitar Blora, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur. Kondisi tersebut membuat peternak dan pedagang sapi menikmati keuntungan lebih besar dibanding hari biasa.

Salah seorang peternak asal Kecamatan Kunduran, Jiranto, mengaku harga sapi mengalami kenaikan sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor menjelang Idul Adha. “Kalau musim kurban seperti sekarang beda jauh. Selisih harganya lumayan,” katanya.

Ia mengaku enam ekor sapi yang dibawanya ke pasar hampir seluruhnya langsung ludes terjual. “Tadi bawa enam ekor, tinggal satu. Dari rumah langsung dibawa ke pasar,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Disnakkan Bojonegoro Bantah Sapi Langka, Populasi Capai 195.655 Ekor

Disnakkan Bojonegoro Bantah Sapi Langka, Populasi Capai 195.655 Ekor

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro membantah adanya kelangkaan sapi di Kota Ledre. Sebab, populasi sapi di Bojonegoro masih mencapai 195.655 ekor dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pedagang Pasar Hewan Balen Anjlok, Transaksi Sapi Ikut Menurun

Pedagang Pasar Hewan Balen Anjlok, Transaksi Sapi Ikut Menurun

Gejolak kelangkaan sapi dan kenaikan harga daging sapi turut berdampak pada aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Kecamatan Balen

Wabup Bojonegoro Tegaskan Penyembelihan di RPH

Wabup Bojonegoro Tegaskan Penyembelihan di RPH

Pemerintah kabupaten (pemkab) menggelar audiensi dengan penjagal hingga supplier sapi siap potong kemarin (20/8). Menyusul penutupan lapak-lapak pedagang sapi d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer