RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Eks asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor akhirnya buka suara setelah PSSI memutuskan melengserkan Patrick Kluivert dari jabatan pelatih Timnas pada minggu lalu (16/10). Sebagai asisten pelatih timnas senior, Alex juga ikut gerbong pulang ke Belanda bersama Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, Frank van Kempen dan banyak lagi.
Pada Senin (20/10), Alex menceritakan pengalamannya bersama Timnas Indonesia kepada media olahraga setempat, Ziggo Sport. Sambil membahas kiprah klub-klub Belanda di UEFA Europa League dalam acara televisi milik media tersebut. ‘Rondo’, Alex memaparkan program awal yang diusung Patrick, dan realita di lapangan.
“Cukup cepet untuk menyadari bahwa kami tidak berhasil. Kami berusaha untuk berkomunikasi kepada para pemain apa yang kami ingin capai, namun pada akhirnya kami tetap kalah melawan negara-negara berkualitas tinggi,” jelas Alex.
Sehingga Pastoor mengaku dirinya tidak kaget staf kepelatihan dilengserkan, namun juga kecewa karena pandangannya, setidaknya ada kesempatan untuk pembangunan skuad jangka panjang.
“Kita sudah terlalu lama di sepak bola untuk kaget soal beginian. Namun saya kira mereka (PSSI) bakal punya proyek jangka panjang, tidak hanya sekedar lolos Piala Dunia saja. Kemudian seiring tanggapan negatif yang kami terima, ada persoalan soal suasana kerja juga. Kami sejujurnya tidak tahu, tapi ternyata mereka langsung evaluasi sepulang dari Jeddah,” papar pelatih yang kenyang pengalaman di Eredivisie (Liga Belanda) tersebut.
Menurut Pastoor sendiri, tupoksi staf kepelatihan di bawah Patrick Kluivert terdiri dari tiga program utama. Yakni lolos ke Piala Dunia 2026, memperkuat skuad U-23 dan U-20 dengan pemain dalam negeri, dan berburu pemain diaspora dan dalam negeri untuk pembangunan tim jangka panjang.
Dari semua itu, Pastoor berpandangan lolos ke Piala Dunia jadi yang paling susah. “Ya tentu alangkah indah kalau kami berhasil, tapi sebagai skuad dengan ranking FIFA ke-119, tugas ini tidak mudah, apalagi masuk akal,” ujar mantan pelatih AZ Alkmaar tersebut.
Pun demikian, Pastoor mengaku menyukai bekerja di Indonesia, setidaknya di awal waktunya bertugas membimbing skuad Garuda. Menurutnya penggemar sepak bola di Indonesia memiliki jiwa sepak bola tinggi, namun juga banyak tuntutan yang sama tingginya.
“Di sana (Indonesia) minat terhadap sepak bola tinggi sekali. Waktu kami awal-awal bekerja masyarakat juga menyambut kami dengan antusias. Namun karena itu juga, pada dasarnya kami dituntut untuk selalu menang,” jelas Pastoor.
Lalu kemana Alex dan kawan-kawannya akan berlabuh? Alex sendiri belum yakin, namun dirinya mengindikasikan bahwa dia akan manut kemanapun Patrick Kluivert pergi.
“Saya menyempatkan berbincang dengan agennya Patrick, mereka sudah punya beberapa rencana. Tentu ada kemungkinan kita akan selalu bersama,” ujarnya.
PSSI sendiri menggelar rapat pada Selasa siang (21/10) untuk membahas berbagai agenda persepakbolaan Indonesia. Namun belum jelas apakah penunjukan pelatih baru menjadi salah satu agenda yang dibahas. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana