BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Persibo terpaksa telan pil pahit di kandang Persipal Palu, Stadion Gawalise, Kota Palu kemarin (14/12).
Tim berjuluk The Giant Killer harus mengakui keunggulan tipis lawan dengan skor 0-1. Hasil ini membuat puncak klasemen yang sebelumnya diduduki klub kebanggan masyarakat Bojonegoro terpaksa diduduki Persela.
Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu berhasil mengalahkan Rans Nusantara FC dengan skor meyakinkan 0-3. Walau bermain sebagai tim tandang di Stadion Untung Suropati, Pasuruan.
Hasil kekalahan membuat Persibo gagal menambah poin di klasemen dengan 20 poin. Sementara Persela mendapat tambahan tiga poin dan kini mengkoleksi 22 poin.
Asisten Pelatih Persibo Indriyanto Nugroho mengatakan, belum beruntung pada pertandingan melawan Persipal. Terlebih banyak peluang yang mampu diciptakan. Namun belum bisa memaksimalkan peluang untuk mencetak gol.
‘’Pertandingan yang luar biasa,” ungkapnya.
Indriyanto mengaku setelah pertandingan melawan Laskar Tadulako banyak evaluasi akan dilakukan. Tentu waktu sekitar satu minggu sebelum pertandingan selanjutnya akan digunakan untuk perbaikan.
‘’Termasuk penyelesaian akhir,” ujarnya.
Pengamat sepak bola Boy Singgih mengaku tidak kaget dengan hasil kekalahan Persibo. Terlebih Persipal memang solid dan belum pernah kalah di kandang.
‘’Persibo belum menemukan jati dirinya lagi pasca ditinggal Pelatih Regi Aditya,” ungkapnya.
Boy menilai hasil tersebut tidak boleh disesali. Walau sekarang lengser ke peringkat 2 di klasemen sementara. Sehingga di sisa pertandingan musim ini harus bisa mengamankan posisi agar lolos ke babak berikutnya.
‘’Semoga dengan hasil ini semua berbenah, manfaatkan jendela transfer pemain dengan baik, dan pelatih Persibo harus segera menemukan pakem pemainan yang pas,” ujarnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana