LAMONGAN, Radar Lamongan – Jelang laga tunda melawan Perseru Badak Lampung FC, Rabu (11/9) mendatang, ada kabar baik untuk Persela. Striker predatornya, Alex Gonzalves bisa main meski terkena kartu merah di laga sebelumnya melawan PSM Makasar. Namun juga ada kabar buruk buat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut. Kiper andalannya, Dwi Kuswanto dipastikan tidak bisa tampil karena sanksi kartu merah.
“Dia (Dwi Kus, Red) kena akumulasi kartu saat melawan Borneo FC, jadi absen saat melawan Perseru Badak Lampung nanti. Jadwal melawan Badak Lampung seharusnya setelah laga melawan Borneo FC,” kata Manajer Persela Lamongan Yunan Achmady kemarin (3/9).
Kiper asal Tuban ini melakukan kecerobohan saat laga melawan Borneo FC. Yakni menanduk pemain lawan. Sehingga dia diganjar kartu merah. Namun, Yunan memastikan, absennya Dwi Kus tidak memengaruhi skuadnya. Karena Persela masih memiliki dua kiper. Yakni Dian Agus dan Reza. “Kita maksimalkan yang ada, tim pelatih tentu sudah mengantisipasi itu,” terang mantan Camat Turi tersebut.
Dia menegaskan, performa Persela Lamongan tidak akan berubah. Karena pelatih pasti memiliki plan A dan B setiap akan menghadapi suatu laga. Sehingga strategi-strategi yang diterapkan pasti akan mengamankan timnya. Sehingga laga tunda ini harus berjalan dengan hasil maksimal. Meski hingga kemarin (3/9) stadion tempat pertandingan belum ditetapkan.
Yunan mengaku, selain persiapan melawan Badak Lampung FC, tim pelatihnya juga melakukan evaluasi putaran pertama. ’’Karena manajemen membutuhkan evaluasi pelatih untuk penyegaran menghadapi putaran kedua Liga 1 nanti,’’ terangnya.
Menurut Yunan, hasil evaluasi internal tim pelatih, dipastikan latihan perdana usai libur pertandingan besok (5/9), ada beberapa pemain yang ikut seleksi. Baik pemain lokal maupun asing. Karena pekan ini sudah ada komunikasi peminjaman pemain dari PS Tira Kabo. Yakni, gelandang serang Izmy Yaman Hatuwe. ‘’Pemain itu resmi dipinjam Persela,’’ ungkapnya.
Sedangkan untuk pemain asing, Yunan memastikan sudah ada komunikasi dengan agensi. Namun dia belum mengungkapkan identitasnya. Hanya memberi isyarat, kemungkinan dari Brasil. “Ada beberapa yang dipantau, tapi kemungkinan negara itu (Brasil),” ujarnya.
Menurut dia, penyegaran ini dibutuhkan untuk memaksimalkan permainan pada putaran kedua. Tentu yang direkrut pemain-pemain yang sesuai dengan strategi pelatih. Seperti Izmy, kebetulan sebelumnya sudah pernah dilatih Nil Maizar saat di PS Tira.
Editor : M. Yusuf Purwanto