BAGI Aprilia Susanti, mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) sebagai panggilan hati. Berangkat dari pengalaman sebagai orang tua yang merasakan dan mengalami sendiri.
"Karena saya merasakan dan mengalami sendiri bingungnya jadi orang tua dengan anak ABK. Sudah menjalani berbagai terapi dengan beragam metode, dan saya tahu mana yang paling efektif," tutur Kepala Ruby Indonesia Kids Development Center Bojonegoro itu.
Dari pengalaman dan ditambah pendidikan sebelumnya, lanjut dia, bertekad berbuat sesuatu. Tentu, dalam perjalanannya kerap menemui tantangan. Termasuk bagaimana memperlakukan setiap anak ABK yang memiliki karakteristik hingga profil sensorik yang berbeda-beda.
"Terjun di dunia pendidikan ini karena panggilan hati. Karena saya mencintai kegiatan mengajar," tutur Magister Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana