MUSIK menjadi sarana hiburan dan bagian dari gaya hidup bagi Zahra Ayla Ramadhani. Terutama musik punk rock. Ayla sering nonton langsung konser punkrock di dalam maupun di luar kota. Terlebih suasana ketika konser memiliki energi yang luar biasa.
‘’Lebih hidup, bebas, dan terasa kebersamaan di dalamnya,” ungkap mahasiswi 19 tahun itu.
Ayla tertarik musik punk rock karena dinilai memiliki karakter yang kuat dan jujur dalam setiap liriknya. Terlebih lirik musik punk rock sering bertema kebebasan, realita hidup, dan ekspresi diri tanpa dibuat-buat.
‘’Di tambah pengalaman nonton konser membuat ketagihan,” jelas mahasisiwi asal Desa Margomulyo, Kecamatan Balen itu.
Dia sangat senang ketika menonton konser punk rock secara langsung. Selain suasana konser yang penuh energi, Ayla juga bisa mendapatkan teman baru yang memiliki ketertarikan musik sama.
‘’Musiknya sendiri yang bisa jadi pelarian dari stres. Rasanya bebas banget,” ungkap mahasiswi Unugiri Bojonegoro tersebut.
Namun Ayla sadar banyak masyarakat yag masih salah paham tentang punk rock. Padahal sebenarnya lebih ke komunitas musik dan ekspresi diri. Selain itu, ketika akan berangkat konser harus siap waktu, tenaga, dan kondisi.
‘’Karena biasanya konsernya malam atau jauh,” terangnya.
Ayla paling suka band The Jansen untuk genre poppunk. Sementara untuk punkrock menyukai Rebellionrose. Musik dan lirik kedua band tersebut seperti kenyataan dan sesuai dengan kehidupan.
Ayla ingin tetap bisa menikmati musik sebagai bagian dari hidup, bukan sekadar hiburan. Selain itu intin terus berkembang, menambah pengalaman dari setiap konser, dan ketemu lebih banyak orang dengan ketertarikan yang sama.
‘’Intinya tetap jadi diri sendiri, bebas berekspresi, tapi tetap positif dan produktif,” ujarnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana