SEJAK 2020 lalu, Tutik Mariani mulai menekuni dunia baking (membuat roti). Waktu luang ketika pandemi korona lalu dimanfaatkan Tutik untuk mengukti kursus secara daring. Baking dipilih karena bisa me-refresh (menyegarkan) jiwa dan raga.
‘’Baking itu menyenangkan,” jelas Kepala SMA Plus Al-Fatimah.
Kepala sekolah asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk tersebut mengembangkan ragi alami atau levain untuk kemudian diproses menjadi berbagai jenis roti sourdough atau pizza. Pizza dijual sedangkan rerotian untuk konsumsi sendiri.
‘’Ingin membuat produk yang terjangkau harganya namun dengan kualitas premium,” jelasnya.
Tutik memilih mengembangkan ragi alami karena dipercaya lebih sehat dan bersahabat pada pencernaan. Sehingga keluarga, teman-teman, hingga konsumen bisa merasakan manfaatnya.
Dalam membuat roti dan pizza, Tutik harus bisa membagi waktu dengan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah. Sehingga konsumen harus memesan terlebih dulu.
‘’Kadang bahan utama seperti keju atau butter mengalami kenaikan. Ada juga produk yang gagal, padahal sudah sesuai resep semua,” terangnya.
Selain menekuni baking, Tutik juga sering berolahraga untuk menjaga kondisi tubuh. Mulai dari rutin olahraga di gym, jalan, lari, aerobik, dan yoga.
‘’Olahraga sebagai penyeimbang karena saat membuat makanan, harus mencicipi,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana