Bagi Tikha Marantia, menyanyi adalah panggilan hidup. Seusai tampil di Radar Bojonegoro Awards 2025 bersama Nuansa Music Entertainment, penyanyi asal Bojonegoro itu kembali menegaskan mottonya yakni bekerja dari hati dan bernyanyi dengan hati.
Sejak SMA di awal 2010-an, Tikha sudah menekuni dunia tarik suara. Lebih dari 15 tahun ia mengasah diri lewat berbagai lomba."Saya sering mengasah diri dengan mengikuti lomba, baik dari level Bojonegoro, hingga Nasional," kenangnya.
Ia bahkan lolos di tahap audisi Indonesian Idol Season 10, dan sempat menjalani karantina di Jakarta. "Kompetisi terakhir yg saya ikuti adalah Indonesian Idol Season 10 dan sempat karantina dan ketemu juri Artis di Jakarta," terangnya.
Namun, di balik panggung, Tikha tetap sederhana. Sejak enam tahun terakhir ia menjalani rutinitas sebagai ibu rumah tangga, dengan memasak sebagai hobi utamanya. Sementara, di atas panggung Radar Bojoengoro Awards pada Selasa lalu (26/8), ia menunjukkan bahwa peran domestik tak pernah menghalangi kiprahnya sebagai musisi.
“Bisa terus berkarya dengan mengedepankan kualitas dan profesionalitas adalah cita-cita saya,” ujarnya. Baginya, setiap penampilan adalah buah dari perjalanan panjang, dan setiap lagu yang ia nyanyikan harus sampai ke hati pendengarnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana