ANGGAR bisa dibilang olahraga yang kurang populer di Bojonegoro. Namun, bagi Rafika Hidayatul Maulidia menjadi olahraga yang memberikan banyak prestasi, pelajaran, pengalaman, hingga teman baru.
‘’Mendapat pengalaman dan lingkungan pertemanan baru,” ungkap siswi asal Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas itu.
Sejak duduk di bangku SMA, Fika sapaan akrabnya mantap ingin menjadi atlet anggar. Terlebih di tempatnya bersekolah SMAN MT Bojonegoro, Anggar menjadi salah satu ekstrakurikuler.
Keluarga Fika sempat takut ketika sang putri menekuni anggar. Terlebih dinilai sebagai olahraga ekstrem, karena menggunakan pedang dan digunakan untuk menusuk lawan.
Namun, seiring berjalannya waktu, keluarga mendukung penuh karir siswi berusia 18 tahun itu.
‘’Bersyukur keluarga mendukung,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana