MEMASAK bagi Kharis Nur Aziyah cukup menyenangkan, perempuan akrab disapa Ziya ini menilai aktivitas di dapur itu cukup membahagiakan, karena bisa berkreasi tanpa justifikasi. Juga, menghasilkan rasa yang bisa dinikmati.
‘’Belajar memasak ini aku lakuin sejak MTs. Ketika gabut atau ngga tahu mau ngapain dan pingin berkreasi, aku memasak,’’ tutur mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Bojonegoro.
Perempuan 20 tahun ini mencoba berkreasi dengan bumbu-bumbu dapur dan bahan yang mudah didapat menjadi kesenangan tersendiri.
Menakar takaran garam, lada, hingga gula untuk koreksi rasa sampai jadi cita rasa sempurna adalah suatu tantangan menggembirakan. Karena dilakukan atas dasar suka.
Hasil masakan Ziya, sering kali dinikmati bersama keluarga dan teman. Karena sekali masak cukup banyak. Uniknya, memasak makanan dengan cita rasa sesuai mood (suasana hati). Misal ingin gurih atau manis. Alhasil banyak menu ia coba.
Untuk mencoba menu baru atau sudah pernah, kata dia, sering kali berasal dari media sosial (medsos). Recook atau memasak ulang menu dilihat dan diamati dari situ.
‘’Tahu menu baru biasanya dari medsos. Kadang ya ingin berkreasi dari menu yang terlintas di pikiran,’’ ucap warga Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana