DEMAM K-Pop alias Korean Pop bak virus membahagiakan yang menjangkit rerata anak muda di Indonesia tak terkecuali Bojonegoro dan sekitarnya. Bahkan, tidak hanya di kalangan remaja, tapi juga anak-anak dan orang dewasa. Ini dirasakan secara langsung oleh Dewi Nur Rohmah.
Di sela kesibukannya sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi hingga menekuni dan mengikuti perlombaan karya ilmiah, dia selalu menyempatkan waktu untuk nge-fangirling atau mendalami karakter sebagai penggemar grup idola asal Korea khususnya Korea Selatan (Korsel).
Khususnya, boyband Bangtan Sonyeondan atau biasa disebut BTS dengan lagu favorit Blue and Gray. Hal itu ia lakukan setiap hari dengan mendengarkan musik-musik K-Pop favoritnya. Ini dipercaya dapat mengurangi stres dari penatnya kegiatan sehari-hari.
’’Setiap hari aku nge-fangirling. Sebagai salah satu obat agar tidak stres dengan keadaan,” kata Dewi. Sebab, lanjut dia, aktivitasnya sehari-hari menuntut konsentrasi penuh. Yakni, penelitian Publish Sinta 4 untuk lulus kuliah 3,5 tahun tanpa skripsi.
Selain itu, kata dia, juga mengikuti program kreativitas mahasiswa (PKM) dengan studi di Desa Setren, Kecamatan Ngasem dan berhasil hingga tahap pendanaan. Bahkan, Dewi juga aktif mengikuti organisasi dan menjadi Ketua umum (Ketum) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kependudukan Periode 2023-2024. ’’PKM ini ajang bergengsi di kalangan mahasiswa seluruh Indonesia,” kata mahasiswi Universitas Bojonegoro (Unigoro) itu. (yna/bgs)
Editor : Hakam Alghivari