RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Blora masih jauh dari kata tuntas. Hingga pertengahan tahun ini, masih ada sekitar 79 ribu rumah yang membutuhkan renovasi. Padahal, kemampuan anggaran daerah justru sedang tertekan akibat kebijakan efisiensi.
Kondisi itu membuat Pemkab Blora hanya menargetkan perbaikan sekitar 2 ribu RTLH tahun ini. Jumlah tersebut turun dibandingkan realisasi beberapa tahun sebelumnya. Artinya, dengan ritme saat ini, penyelesaian seluruh RTLH masih membutuhkan waktu panjang.
Baca Juga: Nasib KDMP Blungun Blora: Uang Penjualan Disetor, Barang Tak Kunjung Disuplai
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Pujiriyanto menjelaskan, sejak program RTLH dijalankan pada 2017, pemerintah telah berhasil memperbaiki sekitar 12 ribu rumah. Saat program dimulai, jumlah RTLH di Blora mencapai sekitar 91 ribu unit.
‘’Yang sudah tertangani sekitar 12 ribu. Sisanya masih cukup banyak dan menjadi pekerjaan rumah kami,” ujarnya.
Agar program tidak berjalan lambat, pemerintah mulai mencari sumber pendanaan di luar APBD. Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Baznas, dana corporate social responsibility (CSR), hingga kontribusi perusahaan diharapkan bisa ikut mempercepat penanganan.
Baca Juga: Warga Nglebak Blora Lanjutkan Perbaikan Jalan
‘’RTLH tidak bisa terus bergantung APBD. Kami dorong juga melalui CSR, Baznas, maupun bantuan lainnya sesuai skala prioritas,” katanya.
Di sisi lain, jumlah usulan penerima bantuan terus bertambah setiap tahun. Namun, pemerintah memastikan penyaluran tetap mengacu pada data yang telah diverifikasi agar bantuan tidak salah sasaran.
Saat ini, sekitar 79 ribu RTLH yang belum diperbaiki telah masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan dilengkapi data by name by address. Data tersebut menjadi dasar pemerintah menentukan penerima bantuan sebelum dilakukan pengecekan ulang di lapangan.
‘’Tahun ini masih ada sekitar 79 ribu RTLH yang sudah memiliki data by name by address. Meski begitu, tetap kami verifikasi lagi supaya benar-benar tepat sasaran,” tuturnya. (hul/ind)
Editor : Hakam Alghivari