RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rencana pembangunan Masjid Agung Darussalam mulai proses lelang, melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) di sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) Inaproc mulai dibuka kemarin (3/6). Kini baru memasuki pengumuman pascakualifikasi dan download dokumen pemilihan hingga 8 Juni mendatang.
Diakses per 14.30, peserta mendaftar sudah 16 perusahaan. Sementara, untuk penetapan dan pengumuman pemenang 30 Juni serta penandatanganan kontrak pada 7-25 Juli. Anggaran digelontorkan sekitar Rp 7,85 miliar.
Ketua Yayasan Masjid Agung Darussalam Bojonegoro Lugito Abdul Kadir bersyukur tahapan rehabilitasi berlanjut tahun ini. Sesuai harapan. "Insyaallah lanjut untuk rehabilitasi. Progresnya baru lelang," katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin.
Baca Juga: Tender Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro Gagal, DPKPCK Rencanakan Tender Ulang
Lugito berharap, proses rehabilitasi masjid dibangun pada 1825 Masehi dengan luas 2.422 meter persegi dan mampu menampung hingga 1.100 jemaah itu rampung akhir tahun.
Namun, belum membeberkan persis area mana saja yang kemungkinan masuk rehabilitasi. "Akhir tahun harus klir. Kalau (area mana saja terkena rehabilitasi, red) lebih jelasnya ke dinas cipta karya," imbuh dia.
Kebakaran sempat melanda menara masjid setinggi 30 meter tersebut. Tepat setahun, pembongkaran dilakukan pada Februari lalu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Satito Hadi belum bisa dikonfirmasi terkait mulai pengerjaan fisik hingga target rampung masjid yang tergolong tua tersebut. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana