Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga BBM Naik, Berbagai OPD Pemkab Blora Hitung Ulang Anggaran Kebutuhan Proyek

Achmad Syaeroyzi • Rabu, 3 Juni 2026 | 09:00 WIB
TERPENGARUH BBM: Sejumlah OPD melakukan peninjauan ulang dokumen perencanaan dan nilai pekerjaan, sebelum paket proyek diajukan ke proses lelang. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
TERPENGARUH BBM: Sejumlah OPD melakukan peninjauan ulang dokumen perencanaan dan nilai pekerjaan, sebelum paket proyek diajukan ke proses lelang. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada pelaksanaan proyek fisik di lingkungan Pemkab Blora. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan peninjauan ulang dokumen perencanaan dan nilai pekerjaan, sebelum paket proyek diajukan ke proses lelang.

Meski demikian, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Blora tetap menargetkan seluruh paket tender yang telah masuk daftar, dapat tuntas pada Agustus mendatang. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penyerapan anggaran tahun 2026.

Kepala Bagian PBJ Setda Blora Widyaningsih mengatakan, hingga saat ini belum ada paket pekerjaan yang dikembalikan kepada OPD. Sebab, sebagian besar paket proyek masih berada di tahap review internal masing-masing perangkat daerah.

‘’Ketika muncul informasi kenaikan BBM, memang belum ada paket yang masuk ke kami. Paket yang akan dilelang tahun ini mayoritas berasal dari DPUPR,’’ ujarnya.

Baca Juga: Tanggapi Aksi Tanam Pisang, Pemprov Jateng Usulkan Perbaikan Tiga Ruas Jalan Kabupaten Blora

Dia menjelaskan, jumlah paket pekerjaan yang akan dilelang tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu mencapai sekitar 150 paket, tahun ini hanya sekitar 39 paket.

‘’Sampai sekarang baru dua paket yang selesai lelang. Dalam waktu dekat ada dua paket lagi. Target kami Agustus seluruh tender selesai,’’ katanya.

Menurut Widyaningsih, kenaikan BBM memengaruhi harga satuan pekerjaan, sehingga OPD harus menghitung ulang kebutuhan anggaran proyek yang telah direncanakan sebelumnya.

Akibatnya, sejumlah aspek harus disesuaikan. Mulai volume pekerjaan, harga perkiraan sendiri (HPS), hingga dokumen perencanaan dan gambar teknis proyek.

‘’Karena ada kenaikan BBM, perangkat daerah melakukan review kembali hasil perencanaannya. Bisa berdampak pada volume pekerjaan, HPS, maupun dokumen perencanaan termasuk gambar teknis,’’ terangnya.

Ia menegaskan, sampai saat ini PBJ belum pernah mengembalikan paket pekerjaan kepada OPD, karena mayoritas paket memang belum masuk tahap pengadaan.

‘’Kalau mengembalikan paket belum ada, karena paketnya memang belum masuk ke kami,’’ tegasnya.

Meski demikian, satu paket pekerjaan milik RSUD Randublatung telah masuk proses pengadaan. Paket tersebut, kata dia, sudah lebih dulu menyesuaikan perubahan harga akibat kenaikan BBM.

‘’Dari Rumah Sakit Randublatung sudah masuk dan sudah disesuaikan dengan kondisi kenaikan harga BBM,’’ pungkasnya. (ozi/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bbm #bahan bakar minyak #tender #Proyek Fisik #Pemkab Blora