RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sapi milik peternak di Kabupaten Blora dengan bobot mencapai 1,1 ton dibeli Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk dijadikan kurban tahun ini.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Kabupaten Blora Rasmiyana menyampaikan, pihaknya memang telah menyiapkan calon hewan kurban terbaik sejak jauh hari dan saat ini sapi tersebut berada di Dukuh Kaligandu, Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo. Hal itu dilakukan sesuai arahan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Satu ekor kita siapkan. Sapi jenis limosin dengan berat 1,1 ton, kondisinya sehat dan memenuhi kriteria,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sapi tersebut dipastikan tidak memiliki cacat, baik secara fisik maupun kesehatan. Selain itu, hewan berjenis kelamin jantan tersebut merupakan hasil pemeliharaan langsung oleh petani lokal.
Baca Juga: Harga Sapi Tembus Rp 30 Juta Per Ekor di Bojonegoro, Jelang Iduladha Bisa Terjual 20 Ekor Per Hari
“Kita pastikan benar-benar sehat, kita cek seperti kuping, mulut, alat reproduksi semua, sehingga tidak ada cacat luar maupun dalam, dan memang dipelihara langsung oleh petani lokal Blora,” tambahnya.
Terkait lokasi penyembelihan, pihaknya masih menunggu arahan dari Bupati Blora mengenai penyaluran hewan kurban tersebut.
Sementara itu pemilik sapi Surati mengaku telah merawat hewan tersebut selama lebih dari lima tahun. Ia memberi pakan secara rutin setiap hari, bahkan lebih jika diperlukan.
“Makannya rumput, kadang juga saya kasih singkong sama katul. Sehari dua kali, kalau lapar ya dikasih lagi,” ungkapnya.
Ia memastikan kondisi sapinya sehat dan jinak. Bahkan, hewan tersebut sudah terbiasa berinteraksi
“Jinak, sering saya elus-elus juga,” katanya.
Surati mengaku sudah mendapat informasi dari Dinas P4 Blora bahwa sapinya akan dibeli untuk kurban Presiden. Meski merasa berat, ia tetap bangga.
“Sebenarnya sayang, sudah seperti anak sendiri. Tapi saya bangga sapi saya dibeli Pak Presiden,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ada tawaran dari seorang pengusaha asal Pati. Namun, tawaran tersebut ditolaknya.
“Dulu sempat mau dibeli juragan dari Pati, tapi tidak saya lepas,” pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana