RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemkab Bojonegoro mulai memutar otak untuk mencari tambahan pendapatan asli daerah (PAD), setelah terdampak pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
Salah satunya, dengan menghidupkan lagi PT Griya Dharma Kusuma, salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) yang mati sejak 2020 silam. Bahkan, sudah ditunjuk pelaksana tugas (Plt) direktur yakni Dili Tri Wibowo.
Salah satu tugasnya, menyelesaikan tunggakan gaji eks karyawan salah satu perusahaan pelat merah itu.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Bojonegoro Laela Noer Aeny mengatakan, langkah-langkah reaktivasi BUMD PT GDK sudah ditempuh pemkab tahun ini.
Di antaranya menunjuk Kabag Pemerintahan Serta Bojonegoro Dili Tri Wibowo sebagai Direktur PT GDK. "Beliau (Dili Tri Wibowo, red) direktur sementara. Statusnya plt (pelaksana tugas, red)," ujar Aeny.
Baca Juga: Dana Transfer Pusat Menurun, BUMD Bojonegoro Wajib Meningkatkan PAD
Dia menerangkan, tugas direktur sementara itu menyiapkan beragam hal terkait reaktivasi. Meliputi menginventarisir dan memulihkan aset PT GDK. Lalu, menganalisis dan menindaklanjuti hasil audit inspektorat. "Termasuk menyelesaikan tanggungan (utang, red) PT GDK kepada sejumlah mantan karyawannya," imbuh dia.
Aeny melanjutkan, pihaknya juga ikut membantu selaku pembina. "Kami berharap reaktivasi BUMD ini berjalan lancar. Selain menambah potensi pendapatan, ini juga upaya mengelola aset secara optimal," imbuh dia.
Dikonfirmasi terpisah, Dili Tri Wibowo membenarkan telah ditunjuk menjadi Plt Direktur PT GDK. Penunjukan sekitar sebulan lalu. "Tepatnya 2 Maret," terangnya.
Dia memohon doa dan dukungan agar tugasnya menghidupkan PT GDK dapat berjalan lancar.
PT GDK berhenti beroperasi pada 2020. Dipicu krisis sejak 2017. Inspektorat turun tangan mengaudit. Awal 2021 hasil audit keluar. Namun, tidak ditindaklanjuti maksimal. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana