RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sektor minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi tulang punggung utama Dana Bagi Hasil (DBH) Kabupaten Bojonegoro. Dalam struktur penerimaan daerah, kontribusi DBH migas tercatat paling dominan dibandingkan DBH dari sektor sumber daya alam (SDA) lainnya.
Berdasar data dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro, total Rp 1,24 triliun pagu dana bagi hasil untuk Kabupaten Bojonegoro tahun ini. Di antaranya, Rp 302,5 miliar untuk pagu DBH pajak dan Rp 942,9 miliar pagu DBH SDA di 2026.
Dari total pagu DBH SDA tersebut, sektor migas mendominasi dibanding berbagai sektor lainnya. Diantaranya, sebesar Rp 941 miliar untuk pagu DBH SDA migas di Bojonegoro tahun ini. Sedangkan, untuk pagu DBH SDA lainnya jauh dibawah angka tersebut.
Meliputi, DBH SDA minerba Rp 999,4 juta; DBH SDA kehutanan Rp 618,8 juta; DBH SDA perikanan Rp 252,4 juta; dan DBH SDA panas bumi hanya berkisar Rp 9,2 juta di tahun ini.
Kepala KPPN Bojonegoro Teguh Ratno Sukarno menyampaikan, meski telah ditetapkan pagu DBH Migas untuk Bojonegoro sebesar Rp 941 miliar di 2026 ini. Namun, masih ada kemungkinan penerimaan tersebut bertambah.
Dengan adanya kurang bayar. Seperti pada tahun sebelumnya. Dimana Bojonegoro juga mendapat tambahan DBH dari kurang bayar. "Masih ada (kemungkinan untuk bertambah)," ujarnya.
Untuk diketahui, dari total pagu RP 941 miliar DBH migas di Bojonegoro tahun ini. Telah tersalurkan 10 persen. Tepatnya, Rp 94,1 miliar di Januari 2026. "Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tertanggal 21 Januari 2026 lalu," terangnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana