RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pedagang Pasar Kota menyambut baik rencana pembangunan pasar di utara Alun-alun Bojonegoro tersebut. Terlebih pedagang menilai kondisi pasar sudah tak layak. Terutama ketika hujan banyak bagian tergenang dan licin.
Namun, sebelum pembangunan dimulai usai lebaran, pedangan ingin melihat desain atau masterplan pembangunan pasar. Sehingga, mengetahui dan bisa memberikan saran agar pembangunan sesuai dengan kebutuhan pedagang.
Mubarok salah satu pedagang Pasar Kota mengatakan sebagai pedagang senang pasar dibangun. Terlebih akan menjadi tiga lantai atau tingkat. Pedagang daging tersebut menjelaskan kondisi pasar saat ini tidak layak dan membahayakan pedagang dan pembeli.
Terutama ketika hujan dan angin kencang air masuk. Akibatnya jalan licin dan bisa membuat orang terpeleset. Juga bangunan dari kayu banyak lapuk ‘’Seingat saya hampir 30 tahun lalu terakhir direnovasi,” ungkapnya.
Menurut pedagang asal Kecamatan Trucuk tersebut, pada 14 Januari sudah dilakukan pertemuan dengan Pemkab Bojonegoro terkait pembangunan pasar. Sekitar 100 pedagang yang tergabung dalam paguyuban diundang ke ruang Angling Dharma.
‘’Hasilnya sudah ada kesepakatan bersama mulai rencana dibangun habis lebaran. Untuk tempat penampungan sementara (TPS) di Gedung Serbaguna,” jelasnya. Terkait TPS, Mubarok menilai TPS bisa menampung semua pedagang. Terlebih pihak paguyuban telah melakukan survei dan pengukuran.
Mubarok meminta sebelum dibangun, desain dan gambar harus diberitahukan pada paguyuban maupun pedagang pasar kota. Selain itu, pembangunan harus tepat waktu atau tidak molor. Juga dibangun dengan desain yang matang.
Bangunan harus kuat dan standar, jangan sampai hanya beberapa tahun bangunan sudah rusak. Denah dan ukuran harus sesuai kemauan pedagang. Sehingga pedagang akan menempati nyaman.
‘’Untuk lantai tiga kami usulkan agar dipakai kantor semua cabang olahraga (cabor),” ujarnya.
Dia menambahkan perlu ada jalan layang yang menghubungkan alun-alun, pasar, serta Taman Bengawan Solo (TBS). (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana