RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Anggaran pelatihan dengan uji kompetensi direncanakan bertambah Rp 2,5 miliar di perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD). Harapannya bisa menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT).
"Mengajukan 15 paket di PAPBD," kata Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Nurvia Wahyu Ariani, Minggu (6/7). Dia melanjutkan, untuk pelatihan uji kompetensi di induk APBD sudah rampung dalam 100 hari kerja kepala daerah.
Total ada enam paket pelatihan meliputi cleaning service satu paket; ahli keselamatan dan kesehatan kerja (K3) umum dua paket; operator forklift satu paket; operator excavator satu paket; dan security gada pratama satu paket.
Sebelumnya, dijelaskan untuk enam paket pelatihan itu dan tiga pelatihan wirausaha baru dianggarkan Rp 1,3 miliar. Vivi sapaan akrabnya menjelaskan, dilakukan penambahan pelatihan uji kompetensi di P-APBD sebanyak 15 paket.
Anggaran per paket sebesar Rp 170 juta. Artinya total anggaran tambahan pelatihan uji kompetensi sebanyak Rp 2,5 miliar.
"Iya (Rp 2,5 miliar). Per paket diisi 20 orang. Namun, untuk jenis pelatihan nantinya akan dilakukan survei peminatan terlebih dulu. Jadi, jenisnya nanti tergantung hasil peminatan," ujar dia.
Vivi mengatakan, tujuan pelatihan uji kompetensi membekali para pencari kerja (pencaker) dengan kemampuan atau kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Di samping itu, lanjut dia, juga dilakukan pelatihan wirausaha baru untuk mendukung program gerakan beternak ayam petelur mandiri (mandiri).
Sasarannya masyarakat terdata dalam data mandiri masyarakat miskin daerah (damisda) dan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Dibagi dua pelatihan per kecamatan atau sebanyak 56 paket.
"Harapannya dengan pelatihan berbasis peluang kerja ini bisa menurunkan angka TPT di Bojonegoro," pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana