PT Blora Patragas Hulu Bidik Dividen Rp130 Miliar

Rahul Oscarra Duta • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 07:40 WIB
MOH.Khamdun ditektur PT Blora Patragas Hulu
MOH.Khamdun ditektur PT Blora Patragas Hulu

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM –  Penurunan lifting minyak diperkirakan masih membayangi industri migas nasional pada 2026. Namun, PT Blora Patragas Hulu (BPH) tetap optimistis setoran dividen kepada Pemerintah Kabupaten Blora dapat dipertahankan di kisaran Rp130 miliar. Optimisme itu bertumpu pada asumsi Indonesian Crude Price (ICP) yang diproyeksikan berada di level 80 US Dolar per barel.

Direktur PT Blora Patragas Hulu Moh. Khamdun mengatakan, besaran dividen yang diterima daerah tidak semata-mata ditentukan oleh volume produksi minyak. Harga minyak dunia juga menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan dari Participating Interest (PI) 10 persen Blok Cepu.

‘’Target kami dividen tahun depan tetap berada di kisaran Rp 130 miliar. Memang lifting ada kecenderungan turun, tetapi dengan asumsi ICP sekitar 80 US dolar per barel, kami optimistis target itu masih bisa tercapai,” ujarnya.

Baca Juga: Setoran Dividen PT BPH Tunggu RUPS, Optimis Laba Tembus 70 Persen Dari Tahun Sebelumnya

Menurut Khamdun, penurunan produksi merupakan tantangan yang lazim dihadapi lapangan migas yang telah lama beroperasi. Karena itu, BPH terus berkoordinasi dengan operator Blok Cepu, ExxonMobil, agar pengelolaan lapangan tetap optimal sehingga laju penurunan produksi dapat ditekan.

Selain menjaga produksi, perusahaan juga menaruh harapan pada proses perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Cepu. ‘’Salah satu pembahasannya adalah pengembangan lapangan baru, termasuk Lapangan Pilang, yang diharapkan dapat menopang produksi dalam jangka panjang,” jelasnya.

Sebagai catatan, selama lima tahun terakhir, kontribusi BPH terhadap pendapatan daerah terus menunjukkan tren positif. Dividen yang disetorkan meningkat dari Rp 62,89 miliar pada 2022 menjadi Rp 63,88 miliar pada 2023, naik lagi menjadi Rp 79,64 miliar pada 2024, kemudian Rp 100,98 miliar pada 2025, hingga mencapai Rp127,25 miliar pada 2026. (hul/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
pt blora patragas hulu Exxon Mobil Deviden blok cepu blora