
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kasus kusta di Kabupaten Blora masih terdeteksi. Hingga kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mencatat 71 kasus baru. Mayoritas merupakan pasien dewasa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Blora Anton Suwoto mengatakan, dari 71 kasus tersebut, 69 merupakan pasien dewasa dan dua kasus lainnya anak-anak.
“Dari pasien yang sudah ditemukan semuanya telah menjalani pengobatan,” ujarnya.
Menurut Anton, penanganan kusta dilakukan secara aktif. Petugas memastikan pasien mendapatkan obat hingga tuntas. Bahkan, petugas akan mendatangi rumah penderita jika diperlukan untuk memastikan pengobatan berjalan.
Masa pengobatan kusta berkisar enam hingga sembilan bulan. Pengobatan tersebut diberikan secara gratis.
Anton menjelaskan, kasus kusta selama lima tahun terakhir masih ditemukan di sejumlah lokus di Blora. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya penanggulangan penyakit kusta.
“Harapannya 2030 secara nasional sudah tidak ada penyakit kusta,” jelasnya.
Blora juga menjadi satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang mendapatkan pendanaan khusus untuk penanganan kusta. Menurut Anton, hal itu tidak lepas dari riwayat kasus dan upaya aktif penanggulangan yang dilakukan di Blora.
Dia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan tanda awal kusta. Sebab, gejalanya bisa tampak sederhana dan menyerupai penyakit kulit biasa.
Salah satu tanda awalnya berupa bercak putih atau kemerahan pada kulit yang mengalami mati rasa. Bercak tersebut sekilas dapat terlihat seperti panu, tetapi memiliki perbedaan karena area kulit kehilangan rasa terhadap sentuhan, panas, dingin, maupun nyeri.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




