Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Radar History: Tarif Mobil Penumpang Umum Bojonegoro Naik 100 Persen

Y
TARIF NAIK: Arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro 28 September 2005 menyebutkan tarif angkutan umum di Kota Ledre telah mendahului kenaikan tarif naik 100 persen. (DOKUMEN RADAR BOJONEGORO)
TARIF NAIK: Arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro 28 September 2005 menyebutkan tarif angkutan umum di Kota Ledre telah mendahului kenaikan tarif naik 100 persen. (DOKUMEN RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah berencana menaikkan tarif angkutan umum sampai 20 persen setelah harga bahan bakar minyak dan gas (BBM) naik. 

Sesuai arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada 28 September 2005 silam. Namun, tarif angkutan umum di Kota Ledre telah mendahului, kenaikannya tak tanggung-tanggung, yakni 100 persen.

Karmi, warga Kecamatan Kalitidu mengatakan, ketika naik mobil penumpang umum (MPU) dari Bojonegoro-Kalitidu ditarik Rp 2.000. "Saya ya kaget karena biasanya cuma Rp 1.000 dan sempat protes kepada sopir dan kernetnya," ujarnya.

Advertisement

Namun, sopir menjawab bahwa tarif itu wajar mengingat untuk mendapatkan BBM selama beberapa hari ini juga sulit. Bahkan, lanjut dia, sopir itu mengaku mendapat kan BBM juga dari eceran yang harganya lebih mahal dari SPBU. "Mau enggak mau ya saya bayar," keluhnya.

Hal yang sama berlaku bagi MPU jurusan Bojonegoro-Babat.bMenurut beberapa penumpang MPU yang ditemui wartawan, tarif MPU dari Bojonegoro-Babat yang sebelumnya sekitar Rp 3.000, kini mencapai Rp 6.000. "Kalau Gunungsari (Baureno)-Babat yang sebelumnya hanya Rp 500 sekarang Rp 1.000," kata seorang penumpang.

Advertisement

Sementara itu, dampak lain sulitnya mendapatkan bahan bakar, beberapa sopir bus jurusan Bojonegoro-Ngawi, Bojonegoro-Tuban, Bojonegoro-Jatirogo, dan Bojonegoro-Cepu mulai mengurangi operasionalnya.

"Dari hari Minggu (25/9/2005) lalu hingga hari ini (27/9/2005, Red) terjadi penurunan hingga 50 persen operasional bagi jurusan tersebut," kata Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro Agus Rahardjo didampingi Kasi Terminal M. Kosim.

Menurut Agus, bus-bus yang biasanya beroperasi dua sampai tiga unit per hari, saat itu hanya beroperasi satu unit. "Kita memantau beberapa bis yang biasanya harus berangkat pada jam tersebut ternyata tidak ada di tempat," katanya.

Pantauan Radar Bojonegoro, hingga Selasa (27/9/2005) di Terminal Rajekwesi Bojonegoro terlihat hanya ada dua sampai empat bis untuk jurusan-jurusan pendek seperti Tuban, Ngawi, dan Jatirogo. Padahal, bus-bus jurusan tersebut banyak yang antre. Untuk jurusan Surabaya, kata Agus, masih normal alias tidak ada penurunan armada yang siginifikan.  Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, lanjut Agus, mulai Minggu lalu saat itu sudah stand by atau siaga di kantor untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga dan kelangkaan BBM. Penumpang yang tidak terangkut, jika ada pemogokan angkutan umum, menurut rencana disiapkan kendaraan yang layak seperti truk dari kepolisian. "Prinsip bagi kami, penumpang tidak terlantar," kata Agus.

Sementara itu, terkait dengan adanya beberapa awak MPU yang menarik biaya jauh lebih tinggi dari harga normal, dishub mengakui belum menerima laporan dari penumpang. "Kalau ada laporan, segera kita tindak armada tersebut," katanya. (yna/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Akademisi Unigoro: Ketahanan Energi Tak Cukup Andalkan Produksi, Efisiensi Juga Harus Diperkuat

Akademisi Unigoro: Ketahanan Energi Tak Cukup Andalkan Produksi, Efisiensi Juga Harus Diperkuat

Akademisi Universitas Bojonegoro (Unigoro) Fahrizal Taufiqqurrachman, SE., MSE., menilai, tantangan ketahanan energi daerah tidak hanya terletak pada kemampuan menghasilkan energi.

Polres Bojonegoro Panggil 29 SPBU, Antisipasi Kelangkaan BBM

Polres Bojonegoro Panggil 29 SPBU, Antisipasi Kelangkaan BBM

akhir tahun, biasanya terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Khusunya jenis solar. Beberapa tahun lalu, setiap akhir tahun terjadi antrean panjang pengisian solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Bojonegoro.

Radar History: Vonis Dua Bulan Dua Kasus BBM Jadi Sorotan, Komisi A DPRD Turun Tangan

Radar History: Vonis Dua Bulan Dua Kasus BBM Jadi Sorotan, Komisi A DPRD Turun Tangan

Dua terdakwa kasus dugaan pembelian bahan bakar minyak (BBM) eceran oleh Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (Kareb), MD, 36, dan AW, 40, masing-masing divonis dua bulan penjara pada Agustus 2003 silam. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer