RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hujan itensitas tinggi guyur beberapa wilayah khususnya barat hingga area kota. Akibatnya puluhan rumah sempat terendam banjir dalam beberapa waktu Jumat (16/5) malam sampai kemarin (17/5) dini hari.
Berdasar data dihimpun hingga kemarin siang, setidaknya banjir melanda Kecamatan Ngambon, Ngasem, Purwosari, serta Tambakrejo. ‘’(Terjadi banjir bandang) Di Desa Bondol dan Karangmangu,” jelas Camat Ngambon M. Ridwan Sayyadi kemarin.
Dia melanjutkan, untuk Desa Karangmangu terjadi pada Selasa dan Sabtu. Puluhan rumah warga terdampak.
Sementara itu, untuk Desa Bondol terjadi Sabtu. ‘’Kalau Desa Bondol hanya beberapa meter saja tanaman padi yang terdampak. Tidak terlalu banyak. Kalau Desa Karangmangu hanya rumah saja tidak ada lainnya,” imbuh dia.
Ridwan melanjutkan, banjir bandang di Desa Bondol baru saat ini. Sedangkan, Desa Karangmangu beberapa kali terjadi karena memang di bantaran sungai. Jika air melebihi kapasitas sungai maka meluap ke permukiman warga.
Camat Ngasem Iwan Sopian menambahkan, juga terjadi banjir bandang di wilayahnya. Tepatnya Dusun Karanganyar, Desa Setren. ‘’Akibat luapan Kali Gandong. Saat ini (kemarin siang, red) sudah surut,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Tambakrejo Kasmari menyampaikan, terjadi banjir di Kecamatan Tambakrejo. Karena curah hujan sangat tinggi melebihi musim penghujan sebelumnya. Mengakibatkan (tembok penahan tebing) TPT di jalan poros kabupaten Glagah-Ngambon di Desa Mulyorejo longsor merusak bahu jalan.
Menurutnya, beberapa jembatan penghubung antardusun rusak tergerus banjir. Juga, longsor di pinggi sungai menimbulkan kerusakan bagian belakang rumah warga di Desa Gading. ‘’Banjir juga menggenangi perkantoran Desa Kacangan tadi malam (Jumat malam, red),” tuturnya.
Kepala Desa (Kades) Karangmangu, Kecamatan Ngambon Parji menuturkan, terjadi banjir bandang di daerahnya. Ini kali ketiga dalam sepekan.
Pertama sejumlah 14 KK terdampak, kedua bertambah 15 KK, dan ketiga sebanyak 24 KK. Bahkan, satu rumah milik warga Dusun Semek desa setempat terpaksa dibongkar karena terdampak banjir dan tanah longsor.
‘’Dalam satu minggu ini yang kali ketiga. Tadi malam (Jumat malam, red) yang terbesar. Terakhir kali delapan tahun lalu baru terjadi lahi tahun ini,” ngakunya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana