‘’Yang datang ke puskesmas sebanyak 14 orang mengalami keluhan tersebut,’’ tutur Kepala Puskesmas Pucuk, dr. Dwi Yuliati kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Delapan korban yang masih dirawat di puskesmas yakni warga Wonogiri Jawa tengah Kurniawan, 38, warga Desa Ngambek, Kecamatan Pucuk Zainal Abidin, 32, dan warga Desa Kedungmegari, Kecamatan Kembangbahu Adik, 25. Lima korban lainnya merupakan warga Desa Paji yakni M. Asari Jinanto, 30, Rengga 31, David, 27, Maliki, 33, dan M. Hadi Nasrullah, 39.
Dr. Dwi menjelaskan, seluruh pasien yang diduga keracunan tahu tek kondisinya berangsur membaik. Dia menjelaskan, awalnya para korban datang dengan berbagai keluhan seperti mual, muntah, BAB cair, pusing, dan demam.
‘’Dari situlah, akhirnya dilakukan pemeriksaan oleh perawat hingga dilakukan tindakan medis,’’ imbuhnya.
Sampel tahu tek sudah dikirimkan ke laboratorium di Surabaya. Petugas masih menunggu hasil lab, sehingga nanti diketahui hal yang terkandung dalam makanan tersebut.
‘’Memang benar. Sampai saat ini beberapa korban diduga keracunan masih berada di Puskesmas Pucuk,’’ ujar Kapolsek Pucuk, AKP Suwandi.
Awalnya sebanyak 15 orang menjenguk salah satu teman kerja di Desa Padenganploso, Kecamatan Pucuk, Jumat (2/6). Selanjutnya, para tamu disuguhi semangka, kacang sanghai, es teh, dan tahu tek.
Sebanyak 14 orang memakan tahu tek yang disuguhkan. Sedangkan, satu orang lainnya tidak ikut makan, karena pulang terlebih dulu Namun keesokan harinya (3/6), 14 orang yang menyantap tahu tek tersebut mengalami sakit perut hingga mual dan buang air besar.
‘’Dari situlah akhinya saat siang hari telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk dilakukan perawatan lebih lanjut,’’ terangnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto