BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sejumlah warga di Bojonegoro merasakan gempa kemarin sore (14/4). Grup-grup WhatsApp maupun media sosial (medsos) ramai warga merasakan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,6 SR di laut pada jarak 65 kilometer arah barat laut Kabupaten Tuban. Sementara di Blora, hampir merata di kecamatan merasakan gempa tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan, berdasar rilis BMKG gempa bumi tektonik di Laut Jawa itu tidak berpotensi tsunami. Gempa bumi ini dirasakan di Bali, Trenggalek, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Kediri, Tuban, Garut, serta Bojonegoro.
Adapun di Blora, gempa dirasakan hampir seluruh kecamatan. Getaran kategori ringan. Berdasar laporan BPBD Blora, getaran hingga lampu bergoyang. Namun, tidak menimbulkan kerusakan. BPBD Blora memastikan, gempa tidak ada hubungannya dengan letusan Oro-Oro Kesongo
Anggota tim reaksi cepat (TRC) BPBD Blora Agung Tri mengatakan, setelah ada kabar gempa, segera mengecek semua kecamatan. Rerata warga merasakan getaran ringan ditandai lampu bergoyang. Gempa tidak menimbulkan kerusakan.
Ia memastikan, gempa kemarin tidak memengaruhi aktivitas meleutusnya Oro-Oro Kesongo kemarin (14/4). Sebab, letusan terjadi selama tiga kali pagi, siang dan sore merupakan aktivasi di lokasi tersebut.
‘’Terjadinya gempa tidak memengaruhi letusan Oro-Oro Kesongo. Pagi kan meletus, siang juga letusannya besar, sore juga meletus lagi. Kami pastikan tidak dipengaruhi gempa," ungkapnya. (bgs/luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto