2.900 Anak Tak Sekolah di Kabupaten Blora

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:40 WIB
ANAK MENGEMIS: Anak mengemis di Alun-Alun Bojonegoro, terdapat 5.202 anak tidak sekolah di Bojonegoro. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)
ANAK MENGEMIS: Anak mengemis di Alun-Alun Bojonegoro, terdapat 5.202 anak tidak sekolah di Bojonegoro. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Blora masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Blora terdapat sekitar 2.900 ATS. Angka tersebut turun dari data awal sebanyak 3.869 ATS.

Sekretaris Disdik Blora Nuril Huda mengatakan, penurunan jumlah terjadi karena ditemukan data ganda maupun anak yang sudah tercatat dalam basis data lain.

“Dari data rilis terakhir sebanyak 3.869 anak, setelah kami verifikasi dan padankan datanya, ada beberapa nama yang ganda dan sudah tercatat di data lain. Sehingga jumlahnya berkurang menjadi sekitar 2.900 anak,” ujarnya.

Dinas Pendidikan kini memetakan ATS berdasarkan kondisi masing-masing. Salah satunya anak berkebutuhan khusus (ABK) yang jumlahnya lebih dari seribu anak dan membutuhkan layanan pendidikan khusus.

Baca Juga: Anak Tidak Sekolah Rentan Menikah Dini, Ada 4.745 ATS di Bojonegoro

Sementara ATS karena putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan akan diarahkan kembali ke layanan pendidikan. Selain sekolah formal, jalur pendidikan kesetaraan melalui SKB maupun lembaga nonformal menjadi salah satu pilihan.

Tahun depan, Dinas Pendidikan juga berencana merintis Unit Layanan Disabilitas (ULD). Layanan tersebut salah satunya menyasar anak berkebutuhan khusus yang kesulitan mengakses SLB.

“Minimal nanti ada layanan melalui kunjungan ke rumah, karena tidak semua anak bisa masuk SLB. Jumlah sekolahnya terbatas dan aksesnya juga menjadi kendala,” jelas Nuril.

Penanganan ATS akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil verifikasi serta kemampuan layanan pendidikan yang tersedia. (ozi/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Kabupaten Blora SLB anak berkebutuhan khusus anak tidak sekolah ATS